Menag Lapor Persiapan Lebaran ke Prabowo, Takbiran di Bali Selaras dengan Nyepi
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai sejumlah persiapan menjelang Hari Raya Idulfitri atau Lebaran 2026. Termasuk pengaturan pelaksanaan takbiran yang berdekatan dengan peringatan Hari Nyepi di Bali.
Hal tersebut disampaikan Nasaruddin seusai bertemu Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Baca Juga
Pasar Smartphone Tetap Bergairah Jelang Lebaran, Ini Saran untuk Konsumen
Dalam keterangannya kepada awak media, Nasaruddin Umar menjelaskan pemerintah telah mengantisipasi potensi dinamika yang muncul karena perayaan Nyepi berdekatan dengan malam takbiran. Menurutnya, koordinasi telah dilakukan dengan pemerintah daerah serta tokoh masyarakat di Bali guna menjaga keharmonisan antarumat beragama.
“Saya juga melaporkan persiapan lebaran akan datang karena beberapa tempat ya tanggal 19 itu kan Hari Nyepi. Hari Nyepi kita tahu tidak boleh ada suara-suara berisik, tidak boleh ada kendaraan dan sebagainya padahal malam itu juga ada teman-teman kita takbir,” ujar Nasaruddin Umar.
Menag menuturkan hasil koordinasi menunjukkan adanya kesepakatan bersama agar kedua perayaan keagamaan tersebut tetap dapat berjalan dengan saling menghormati. Pemerintah bersama tokoh masyarakat di Bali telah menyepakati mekanisme pelaksanaan takbiran yang disesuaikan dengan ketentuan Nyepi.
“Alhamdulillah kami melaporkan kepada Bapak Presiden sudah ada persepakatan kami dengan pemerintah setempat dengan tokoh-tokoh masyarakat di Bali bahwa takbir itu tidak bertentangan dengan Nyepi, cuma syaratnya ya Nyepi-nya berjalan, tetapi takbirnya juga berjalan, cuma tidak pakai sound system dan dibatasi waktunya juga dari jam 6 sampai jam 9,” jelasnya.
Selain itu, Nasaruddin Umar juga menyinggung kemungkinan perbedaan penetapan Hari Raya Idulfitri di Indonesia. Ia menegaskan perbedaan tersebut merupakan hal yang lazim terjadi dalam kehidupan beragama di tanah air dan akan ditentukan melalui sidang isbat.
“Dan lebarannya pun juga ya perbedaan itu kita terima sebagai suatu hal yang biasa di Indonesia. Nanti kita akan lihat sidang isbat penentuannya kapan pastinya akan Idulfitri nanti akan datang,” kata Nasaruddin.
Baca Juga
Menag menegaskan pemerintah akan terus berupaya menjaga suasana toleransi dan kerukunan antarumat beragama, terutama dalam momentum hari-hari besar keagamaan yang berdekatan waktunya.
Momentum berdekatan antara Nyepi dan malam takbiran menjadi contoh nyata toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Nilai yang harus terus dijaga dan diperkuat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

