Wamenkomdigi: Data Warga RI Fondasi AI Global, Nilai Ekonominya Wajib Dijaga!
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan data dan konten digital masyarakat Indonesia kini menjadi fondasi penting pengembangan kecerdasan buatan (AI) global. Negara, menurutnya, harus memastikan hak dan nilai ekonominya tidak hilang.
Ia menyebut data bukan lagi sekadar informasi pribadi, melainkan bahan baku utama AI. Setiap aktivitas digital mampu diproses menjadi model bisnis dan sistem AI bernilai tinggi.
“Platform global seperti Google, Meta, dan TikTok mengumpulkan dan mengolah data dalam skala besar. Data tersebut kemudian dimanfaatkan untuk pengembangan teknologi berbasis big data dan kecerdasan buatan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (3/3/2026).
Nezar mengingatkan persoalan tidak berhenti pada perlindungan data pribadi. Konten publik seperti karya jurnalistik dan tulisan akademik juga berpotensi digunakan untuk melatih mesin AI tanpa mekanisme yang adil.
Baca Juga
Telkom dan Conversant Luncurkan Layanan CDN Canggih, Percepat Distribusi Konten Digital Nasional
Ia lantas mencontohkan langkah The New York Times yang membatasi akses kontennya karena digunakan melatih sistem AI seperti OpenAI. Sengketa tersebut menunjukkan gaya penulisan dan konten berita memiliki nilai ekonomi serta hak kekayaan intelektual.
“Jika tidak diatur, karya jurnalis, akademisi, dan kreator Indonesia bisa menjadi bahan latih AI global tanpa kesepakatan yang jelas. Nilai tambahnya dinikmati pihak lain,” tegasnya.
Karena itu, pemerintah tengah meninjau kerangka regulasi nasional agar responsif terhadap perkembangan AI. Indonesia juga mempelajari praktik tata kelola data Uni Eropa yang menempatkan perlindungan hak warga sebagai prioritas.
Selain kedaulatan data, Nezar menekankan pentingnya ketahanan siber sebagai fondasi arsitektur digital nasional. “Negara yang mampu mengelola dan mengendalikan data akan memiliki posisi tawar lebih kuat dalam ekonomi digital global. Kita tidak boleh hanya menjadi pasar,” pungkasnya.

