Defend ID Catat Ekspor US$ 114 Juta di Tengah Geopolitik Global
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Holding BUMN industri pertahanan Defend ID mencatatkan realisasi program strategis 2025 yang mencakup empat aspek utama, yakni bisnis, teknologi, keuangan, dan operasional. Di tengah ketidakpastian geopolitik dan tekanan ekonomi global, kinerja perseroan menunjukkan penguatan daya saing di tingkat internasional dengan ekspor sebesar US$ 114 juta.
Direktur Utama Defend ID Joga Dharma Setiawan mengatakan bahwa pada aspek bisnis perseroan menjalin kemitraan strategis dengan sejumlah prinsipal global di sektor-sektor pertahanan yang relevan.
“Di tengah ketidakpastian geopolitik dan kondisi perekonomian global 2025, Defend ID membukukan realisasi ekspor sebesar US$ 114 juta ke berbagai kawasan,” ujar Joga dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR di Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Baca Juga
DEFEND ID Tegaskan Tak Pasok Perlengkapan Militer ke Myanmar
Dia menerangkankan, realisasi pendapatan pertahanan pada 2025 mencapai US$ 849 juta. Capaian tersebut dinilai telah mendekati posisi 100 besar perusahaan pertahanan global versi Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI).
Dari aspek teknologi, Defend ID merealisasikan 13 perjanjian transfer teknologi yang melibatkan lebih dari 50 sumber daya manusia guna memperkuat penguasaan teknologi berbasis proyek.
“Melalui kolaborasi ekosistem industri dalam negeri, Defend ID telah memiliki sertifikasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di atas 40% untuk 13 produk unggulan existing,” sebutnya.
Selain itu, Defend ID turut berkontribusi dalam operasi penanggulangan bencana melalui penyediaan data citra satelit resolusi tinggi untuk memetakan wilayah Sumatra yang terdampak bencana. Perusahaan juga menurunkan 10 unit ekskavator di Aceh dan 14 unit di Cisarua, Bandung Barat, guna mendukung percepatan pemulihan infrastruktur.
Pada aspek keuangan, di tengah proses restrukturisasi sejumlah entitas, Defend ID memperoleh dukungan permodalan dari Danantara sebesar Rp 2 triliun untuk pendanaan empat proyek strategis. Selain itu, perseroan merealisasikan pencairan pembiayaan dari perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sebesar Rp 2,97 triliun.
“Pada akhir 2025 telah dilakukan inisiasi program penyehatan keuangan seluruh entitas Defend ID kepada Danantara yang nantinya akan ditindaklanjuti sebagai salah satu program strategis dalam rencana kerja anggaran perusahaan (RKAP) tahun 2026 Danantara,” ungkap Joga.
Baca Juga
Defend ID Tuntaskan Proyek Strategis Rp 12,3 Triliun pada 2025
Pada aspek operasional, Defend ID menjalankan transformasi berbasis empat pilar, yakni digitalisasi, penguatan tata kelola dan efisiensi biaya, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta pengembangan fasilitas dan inovasi produk.
“Tercatat capaian kinerja operasional meningkat dibandingkan 2024, meliputi peningkatan efisiensi melalui pengadaan bersama di Defend ID, penurunan reject pre-work, dan harga pokok pendapatan (HPP),” papar Joga.

