Pengangguran Turun, 1,37 Juta Orang Terserap Lapangan Kerja hingga November 2025
JAKARTA, investortrust.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) mencapai 7,35 juta orang per November 2025. Jumlah tersebut turun sebanyak 0,109 juta orang dibandingkan Agustus 2025.
“Selama periode Agustus 2025 sampai dengan November 2025 terdapat 7,35 juta orang menganggur, di mana angka ini setara dengan tingkat pengangguran terbuka yang turun menjadi 5,74%,” ujar Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Berdasarkan sebarannya, tingkat pengangguran di wilayah perkotaan tercatat sebesar 5,65%. Sementara itu, tingkat pengangguran di wilayah perdesaan berada di level 3,31%.
Baca Juga
Ekonomi RI Tumbuh 5,39% di Kuartal IV-2025, Rekor Tertinggi Pascapandemi
Pada November 2025, jumlah penduduk usia kerja tercatat sebanyak 218,85 juta orang, meningkat 0,681 juta orang dibandingkan Agustus 2025. Dari jumlah tersebut, sebanyak 155,27 juta orang merupakan angkatan kerja, naik 1,262 juta orang dibandingkan periode sebelumnya.
Dari total angkatan kerja tersebut, sebanyak 147,91 juta orang tercatat bekerja. “Jumlah penduduk yang bekerja ini bertambah sebanyak 1,371 juta orang dibandingkan Agustus 2025,” kata Amalia.
Berdasarkan rinciannya, penduduk yang bekerja terdiri dari pekerja penuh waktu, pekerja paruh waktu, dan setengah pengangguran. Pekerja penuh waktu merupakan mereka yang bekerja minimal 35 jam per minggu. Pekerja paruh waktu adalah mereka yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu, namun tidak mencari pekerjaan dan tidak bersedia menerima pekerjaan lain. Sementara itu, setengah pengangguran adalah mereka yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu dan masih mencari atau bersedia menerima pekerjaan tambahan.
BPS mencatat jumlah pekerja penuh waktu mengalami kenaikan sebesar 1,85 juta orang. Sebaliknya, jumlah pekerja paruh waktu turun 0,438 juta orang menjadi 35,858 juta orang. Adapun jumlah setengah pengangguran tercatat sebanyak 11,558 juta orang atau berkurang 0,042 juta orang.
Baca Juga
Dari sisi lapangan usaha, sektor akomodasi, makanan, dan minuman menjadi penyerap tenaga kerja tertinggi selama periode Agustus–November 2025 dengan tambahan 0,381 juta orang. Selanjutnya, sektor industri pengolahan menyerap 0,196 juta orang, sementara sektor perdagangan menyerap 0,168 juta orang.
Per November 2025, BPS juga mencatat adanya peningkatan proporsi pekerja formal. Persentase pekerja formal naik dari 42,2% pada Agustus 2025 menjadi 42,3% pada November 2025.
Dari sisi pendidikan, proporsi penduduk bekerja yang mengalami peningkatan berasal dari lulusan SMP dan SMK. Lulusan SMP tercatat sebesar 17,31%, sementara lulusan SMK sebesar 14,06%. Sebaliknya, proporsi penduduk bekerja lulusan diploma I hingga III, diploma IV, serta strata 1, strata 2, dan strata 3 mengalami penurunan.

