Megawati Larang Kader PDIP Terlibat Perusakan Lingkungan dan Kebijakan Eksploitatif
JAKARTA, investortrust.id -- Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri secara tegas melarang seluruh kader PDIP terlibat dalam kebijakan yang merusak lingkungan. Instruksi tersebut disampaikan Megawati dalam peringatan HUT ke-53 PDIP di Jakarta, Sabtu (10/1/2026).
"Kader tidak boleh menjadi bagian dari kerusakan alam dan penderitaan rakyat," kata Megawati.
Baca Juga
PDIP Bentuk 7 Komisi Kerja di Rakernas, Termasuk Incar Pemilih Muda di Pemilu 2029
Megawati memerintahkan transformasi peran kader untuk menjadi pandu Ibu Pertiwi yang bertugas menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian ekologi. Presiden ke-5 RI tersebut menekankan identitas sebagai kader bukan sekadar mengenakan atribut partai. Ia menuntut adanya tanggung jawab sejarah dalam setiap langkah politik yang diambil oleh para anggota PDIP.
"Kader PDI Perjuangan harus menjadi pandu Ibu Pertiwi. Pandu adalah penunjuk jalan. Pandu adalah penjaga arah," tegas Megawati di hadapan ribuan peserta Rakernas I PDIP 2026.
Megawati menjelaskan menjadi pandu Ibu Pertiwi berarti menjaga keseimbangan antara manusia dan alam, antara kekuasaan dan moral, antara pembangunan dan keadilan. Ia berpesan agar para kadernya berani mengatakan tidak pada kebijakan yang merusak bumi. Tak hanya itu, para kader juga harus berani melawan keserakahan yang mengorbankan rakyat
Baca Juga
Megawati Tekankan Pentingnya Kembalikan Politik Nasional pada Kearifan Lokal dan Kelestarian Ekologi
Guna memperkuat basis ideologis tersebut, Megawati mengaitkan instruksi ini dengan nilai-nilai kearifan lokal seperti tri hita karana dari Bali dan memayu hayuning bawana dari Jawa. Ia menekankan politik harus kembali menjadi alat pengabdian yang menghormati bumi sebagai satu ekosistem kehidupan.
"Anak-anakku, jangan pernah takut pada kebenaran. Kebenaran adalah api yang menyucikan," pesan Megawati.
"Sejarah tidak akan bertanya berapa jabatan yang pernah kalian duduki. Sejarah akan bertanya, di pihak siapa kalian berdiri ketika kebenaran diuji?" tegas Megawati.

