Begini Kesan Warga Rayakan Malam Tahun Baru di Bundaran HI Tanpa Kembang Api
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Sejumlah warga dari berbagai daerah tetap memadati kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, untuk merayakan malam pergantian tahun dari 2025 menuju 2026 meski tanpa pertunjukan kembang api.
Liza, warga asal Bengkulu, datang bersama Siva dan Anita yang juga berasal dari daerah yang sama. Mereka menuju Bundaran HI menggunakan kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek dari Stasiun Kranji.
Liza mengatakan, ini merupakan kali pertama ia bersama sahabatnya merayakan malam tahun baru di Bundaran HI. Ia mengaku sempat merasa sedih karena tidak ada kembang api.
“Sedih sih, soalnya baru pertama juga kan. Terus katanya kembang apinya sudah nggak ada. Cuman kalau ngeliat orang-orang banyak ini jadi nggak apa-apa, ya seru aja sih,” kata Liza saat ditemui di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu malam (31/12/2025).
Di lokasi yang sama, Putria Rahmat, warga Gambir, Jakarta Pusat, datang ke Bundaran HI menggunakan bus Transjakarta. Ia mengaku memilih kawasan tersebut untuk sekadar berjalan-jalan. “Saya tadi naik Transjakarta, naik busway,” ujar dia.
Menurut Putria, perayaan malam tahun baru tanpa kembang api tetap terasa meriah dengan adanya panggung hiburan. “Ya lumayan lah, lumayan seru. Karena ada panggungnya sekarang buat menggantikan kembang api juga, jadi lebih meriah lagi lah,” ucap dia.
Selain warga Jakarta dan Bengkulu, pengunjung juga datang dari Sumatra Utara. Aldo Aruwijaya, warga asal Medan, mengatakan dirinya datang ke Jakarta untuk berlibur sekaligus merayakan tahun baru.
Baca Juga
Rayakan Malam Tahun Baru 2026, Warga Nikmati Pertunjukan Air Mancur di Monas
Aldo menuju kawasan Bundaran HI dengan menggunakan KRL dari Stasiun Sudirman, lalu melanjutkan perjalanan menggunakan moda raya terpadu (MRT). Ia mengaku tertarik datang ke Jakarta untuk menyaksikan atraksi drone. “Tujuan utamanya pengen lihat drone sih, buat seru-seruan,” katanya sembari tersenyum.
Sekadar informasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta menyiapkan rangkaian perayaan Tahun Baru 2026 dengan konsep sederhana. Langkah ini diambil sebagai bentuk empati dan solidaritas nasional atas bencana yang melanda Sumatra serta sejumlah wilayah lain di Indonesia.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Pemprov Jakarta, Budi Awaluddin mengatakan, perayaan tahun ini dirancang tanpa pesta kembang api. Seluruh rangkaian acara juga akan diawali dengan doa bersama dan muhasabah di setiap titik panggung.
"Kami mengajak masyarakat untuk mengutamakan kesederhanaan dalam perayaan Tahun Baru kali ini. Pesta kembang api bisa kita ganti dengan kegiatan positif lainnya, seperti berdonasi. Setiap rangkaian acara akan diawali dengan doa bersama sebagai wujud refleksi kolektif masyarakat Jakarta dalam menyambut tahun baru dengan semangat kebersamaan, harapan, dan kepedulian sosial," kata Budi dalam keterangannya, dikutip Rabu (31/12/2025).
Pemprov Jakarta menyiapkan delapan titik utama perayaan Tahun Baru, mulai dari Taman Lapangan Banteng, kawasan MH Thamrin, Sarinah, Bundaran HI, Dukuh Atas, Semanggi, kawasan SCBD, hingga FX Sudirman. Di sepanjang koridor MH Thamrin-Jalan Jenderal Sudirman, Pemprov juga memberdayakan pelaku UMKM di sejumlah titik, seperti depan Sarinah, Wisma BNI 46, Wisma Nugra Santana, dan FX Sudirman.
Panggung utama dipusatkan di Bundaran HI dengan menghadirkan sejumlah musisi Tanah Air, antara lain D'Masiv, Marion Jola, Feel Koplo, Andmesh, dan Gondal Gandul Band.
Adapun konsep lagu yang dibawakan menonjolkan kesederhanaan serta semangat untuk bangkit. Selain itu, perayaan juga diisi pertunjukan video mapping menggunakan drone tanpa kembang api, dengan tema kepedulian terhadap Sumatra.
Budi menambahkan, Pemprov Jakarta menggandeng BAZNAS BAZIS DKI Jakarta dan Bank Jakarta untuk mengintegrasikan mekanisme donasi kemanusiaan dalam seluruh rangkaian acara. Donasi ditujukan bagi wilayah terdampak bencana, tidak hanya di Sumatra, tetapi juga di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan daerah lainnya.
"Donasi dilakukan melalui penyediaan QRIS di titik-titik acara dan kanal digital yang didukung oleh sistem pemantauan secara real time. Dengan pendekatan ini, Pemprov DKI Jakarta ingin memastikan perayaan publik tidak berhenti pada hiburan, tetapi juga menjadi sarana aksi nyata solidaritas sosial. Hal ini juga tercermin dalam pemilihan lagu yang diperdengarkan di Bundaran HI, seperti 'Jangan Menyerah' dari D'Masiv yang memberi semangat dan harapan," jelasnya.

