Soal Dugaan Sabotase Jembatan di Aceh, Legislator Minta Seluruh Pihak Fokus Penanganan Korban
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id -- Anggota Komisi V DPR RI Irmawan, meminta seluruh pihak tetap fokus pada penanganan korban bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Ia juga mengimbau agar tidak ada provokasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban pascabencana, menyusul adanya dugaan sabotase jembatan Bailey di Aceh.
"Kami prihatin jika dugaan sabotase jembatan Bailey ini benar terjadi. Namun kami berharap isu ini tidak melebar dan menghambat fokus utama, yakni penanganan korban bencana. Semua pihak diminta tetap fokus dan menghindari provokasi," kata Irmawan dalam keterangannya, Selasa (30/12/2025).
Anggota DPR dapil Aceh itu menegaskan, penanganan dan pemulihan pascabencana harus menjadi prioritas utama seluruh pihak. Menurutnya, upaya pemulihan perlu segera dilakukan agar para korban dapat kembali menjalani kehidupan yang lebih baik.
"Saat ini masih banyak persoalan yang dihadapi para korban, mulai dari hunian hingga pemenuhan kebutuhan pokok. Belum lagi dengan rusaknya berbagai infrastruktur dasar. Maka akan semua pihak harus menjaga fokus penanganan sehingga tahap rehabilitasi berjalan baik," ucapnya.
Politikus PKB itu mengatakan, hingga kini para korban masih sangat membutuhkan bantuan. Banyak warga belum dapat kembali ke rumah karena tertutup lumpur tebal.
Baca Juga
Selain bantuan pengobatan, makanan, minuman, dan air bersih, ia menambahkan bahwa kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, dan lanjut usia masih membutuhkan bantuan khusus, termasuk susu, pembalut, dan popok bayi.
"Prioritas utama adalah kebutuhan para korban bencana di Sumatera. Pemulihan membutuhkan waktu dan kerja bersama agar mereka bisa segera bangkit dan menata kembali kehidupan ke depan," ujar Irmawan.
Sebelumnya dugaan sabotase jembatan Bailey disampaikan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simajuntak. Ia menyebut prajurit menemukan sejumlah baut jembatan yang dilepas oleh orang tak dikenal.
"Masyarakat yang sedang bencana pun mau dikorbankan jadi terus saya semalam tidak bisa tidur saya memikirkan ini karena saya pikir orang sebiadab ini luar biasa," kata Maruli, Minggu (29/12/2025).

