Waspada! Sejumlah Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan Lebat Jelang Pergantian Tahun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), khususnya menjelang pergantian tahun baru 2026.
Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca Direktorat Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani menyatakan, kondisi tersebut seiring dengan sebagian besar wilayah Indonesia yang saat ini berada pada musim hujan.
“Pada periode Natal dan Tahun Baru wilayah Indonesia umumnya sedang berada pada musim hujan. Secara umum, pada periode ini sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat,” kata Ida dalam keterangan resmi yang diterima investortrust.id, Selasa (30/12/2025).
BMKG memprediksi, dalam sepekan ke depan potensi hujan lebat terjadi di sejumlah wilayah. Wilayah tersebut meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, hingga Papua Pegunungan.
Ida turut menyampaikan, selain hujan lebat, masyarakat juga perlu mewaspadai potensi cuaca ekstrem lainnya.
Baca Juga
Pemerintah Ingatkan Masyarakat Pantau Peringatan Cuaca dari BMKG Selama Nataru
“Masyarakat perlu mewaspadai potensi hujan dengan intensitas tinggi, serta berbagai potensi cuaca ekstrem lainnya seperti angin kencang dan gelombang tinggi yang dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, antara lain banjir, tanah longsor, banjir pesisir, dan angin kencang,” jelas dia.
Menurut Ida, berdasarkan kondisi atmosfer terkini, potensi cuaca ekstrem tersebut masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan dan akan terus dipantau oleh BMKG. “Informasi akan terus diperbarui secara berkala mengikuti perkembangan cuaca terbaru,” terang Ida.
Cuaca ekstrem tersebut berpotensi menimbulkan dampak pada berbagai aktivitas masyarakat. Ida menuturkan, peningkatan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan banjir pesisir dapat terjadi, disertai gangguan akibat angin kencang dan gelombang tinggi.
“Kondisi ini juga dapat berdampak pada aktivitas masyarakat, khususnya transportasi, kelautan, dan kegiatan di wilayah rawan bencana,” ujar Ida.
Terkait sektor transportasi, Ida menyebut cuaca ekstrem berpotensi memengaruhi kelancaran perjalanan darat, laut, dan udara. “Pada transportasi darat, hujan dengan intensitas tinggi berpotensi meningkatkan risiko genangan, banjir, serta tanah longsor di wilayah rawan,” imbuh dia.
Ia menambahkan, pada transportasi laut, angin kencang dan gelombang tinggi diperkirakan dapat memengaruhi aktivitas pelayaran dan penyeberangan.
“Sementara itu, pada transportasi udara, berkurangnya jarak pandang akibat hujan intensitas tinggi dan awan konvektif berpotensi memengaruhi kelancaran operasional penerbangan,” tandas Ida.
Untuk mendukung kelancaran dan keselamatan perjalanan masyarakat selama libur Nataru 2025/2026, BMKG menyediakan layanan informasi cuaca khusus jalur perjalanan melalui Digital Weather for Traffic (DWT) yang dapat diakses melalui aplikasi mobile InfoBMKG maupun laman resmi BMKG.
“Melalui layanan ini, masyarakat dapat memperoleh informasi cuaca sepanjang rute perjalanan, mulai dari titik keberangkatan hingga tujuan sesuai kebutuhan pengguna,” tutup Ida.

