LBH Banda Aceh Sorot Pernyataan KSAD Soal Perusakan Jembatan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id -- Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh, Aulianda Wafisa menyoroti pernyataan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak yang menuding masyarakat merusak jembatan di tengah situasi bencana. Aulianda menilai pernyataan tersebut menyudutkan warga Aceh.
"Barusan kita dapat informasi Kepala Staf Angkatan Darat, Maruli, itu bilang jembatan yang dibangun itu dirusak oleh masyarakat. Memang, sejak awal memang negara ingin membuat bahwa orang Aceh lah yang menjadi penyebab dari semua masalah ini. Orang Aceh tidak bersyukur, orang Aceh ngotot, menuntut terlalu banyak," kata Aulianda dalam diskusi daring yang digelar Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA), Senin (29/12).
Selain menyoroti pernyataan KSAD, LBH Banda Aceh juga melaporkan adanya tindakan represif oleh oknum TNI terhadap warga yang melakukan protes di lokasi bencana. Aulianda menyatakan pihaknya tengah mendampingi warga yang menjadi korban penganiayaan oleh tentara.
"Ini luar biasa. Orang dalam situasi bencana dihadapi dengan senjata api laras panjang. Dan tentara mengambil peran di sini," tegasnya.
Aulianda menegaskan bahwa selama ini warga Aceh hanya menuntut agar Aceh segera ditetapkan sebagai wilayah Bencana Nasional. Lebih dari 30 hari status tersebut belum juga diberikan. Ia mengingatkan bahwa masyarakat Aceh berkontribusi besar terhadap pajak dan keberlangsungan negara melalui APBN.
Baca Juga
LBH Banda Aceh menyayangkan sikap pemerintah yang belum juga menetapkan Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara sebagai bencana nasional. Menurutnya, saat ini ketiga wilayah tersebut sedang dalam kondisi kritis yang memerlukan penanganan luar biasa, namun pemerintah justru menanganinya dengan mekanisme biasa.
"Kami hanya minta hak kami bahwa di APBN itu juga ada uang orang-orang Aceh di situ. Kami setiap tahun bayar pajak dan berkontribusi terhadap berlangsungnya negara ini. Jadi yang kami minta itu adalah hak kami," ujarnya.
Sebelumnya Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yang juga Komandan Satgas Pembangunan Jembatan pemulihan di Sumatra, Jenderal Maruli Simanjuntak mengecam keras aksi sabotase terhadap pembangunan jembatan bailey di wilayah terdampak bencana. Maruli menyebut tindakan melepas baut-baut jembatan sebagai perbuatan biadab yang secara sengaja mengancam keselamatan masyarakat.
"Dua hari yang lalu mungkin ada ditayangkan ini ya dibongkar apa, baut-bautnya. Kami juga tidak menyangka ada orang sebiadab ini ya terus terang saja," tegas Maruli dalam konferensi pers, Senin (29/12/2025).
Maruli mengatakan, anggota TNI bekerja keras siang dan malam dalam tiga shift untuk memulihkan akses. Ia pun menyayangkan masih ada kelompok tertentu yang mencoba melakukan gangguan. Menurutnya, tindakan tersebut tidak hanya ditujukan untuk mengganggu kinerja pemerintah, tetapi secara langsung membahayakan nyawa masyarakat.
"Masyarakat yang sedang bencana pun mau dikorbankan jadi terus saya semalam tidak bisa tidur saya memikirkan ini karena saya pikir orang sebiadab ini luar biasa," ujarnya.

