587 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Dalam Pemulihan Jelang Kegiatan Belajar 5 Januari
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, menyampaikan perkembangan terbaru perihal upayanan penanganan pascabencana yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Ia mengatakan, sebanyak 3.700-an sekolah terdampak bencana Sumatra.
Menurutnya, 3.100-an sekolah di antaranya mengalami kerusakan berat.
Pratikno dalam kesempatan itu memastikan, pemerintah telah berupaya agar proses kegiatan belajar dapat kembali berlangsung pada tanggal 5 Januari 2026 mendatang. Dalam catatannya, saat ini terdapat sebanyak 587 sekolah yang masih dalam tahap pemulihan pascabencana.
"Ada 587 sekolah yang masih dalam proses pembersihan. Ini dipercepat (prosesnya), target kita adalah tanggal 4 Januari sudah selesai," kata dia dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (29/12/2025).
Namun ia mengakui, ada sejumlah sekolah yang kemungkinan proses pemulihannya memakan waktu lebih dari tanggal 5 Januari 2025. Sehingga ia memperkirakan, ada sebanyak 54 sekolah yang terpaksa melakukan proses belajar mengajar di tenda-tenda darurat.
Baca Juga
Mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) itu tidak memperinci soal sebaran sekolah-sekolah tersebut.
Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dalam kesempatan yang sama menekankan komitmennya dalam membantu pemerintah melakukan upaya penanganan pascabencana di Sumatra. Ia menyebut telah memberangkatkan sebanyak 1.500 personil Polri untuk menambah kekuatan penanganan pascabencana.
Menurut Listyo, 1.500 personil Polri tambahan itu nantinya akan dibagi untuk bertugas di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Ia menjelaskan personil Polri nantinya akan bertugas untuk membantu mempercepat pemulihan rumah hunian, tempat ibadah, sekolah-sekolah, dan tempat strategis pelayanan publik lainnya.
"Total saat ini sudah ada 10.759 (personil) dan kita sudah persiapkan personil berikutnya, mana kala nanti kemudian ada tugas-tugas lanjutan," jelas Listyo.

