Menekraf Pede Ekonomi Kreatif Tetap Tumbuh di Tengah Gejolak Global
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Rasya percaya diri kinerja sektor ekonomi kreatif (ekraf) di tengah gejolak ekonomi global tetap tumbuh. Hal itu disebut dapat diukur dari dampak nyata, terutama realisasi investasi, ekspor, dan penyerapan tenaga kerja, bukan sekadar komitmen kerja sama atau nota kesepahaman (MoU).
Menurut Riefky, Kemenekraf telah bekerja berbasis indikator dampak agar kontribusi ekraf terhadap perekonomian nasional dapat terukur secara konkret.
“Ketika investasi dibicarakan, itu bukan investasi di atas kertas atau MoU, tapi yang sudah masuk ke Indonesia,” ujarnya dalam acara Ekraf Annual Report (EAR) 2025 di Jakarta, Senin (22/12/2025).
Baca Juga
Menekraf Dorong Inovasi Smart Mobility lewat Ekraf Tech Summit 2025
Ia menyebutkan, realisasi investasi sektor ekonomi kreatif telah mencapai sekitar 9,5% dari total investasi nasional nonmigas. Selain itu, capaian ekspor dan penyerapan tenaga kerja juga menunjukkan tren positif di tengah perlambatan ekonomi global yang turut berdampak pada pelaku usaha kreatif.
Riefky menambahkan, pendekatan berbasis dampak tersebut akan tetap dipertahankan pada 2026, meski program dan pola kolaborasi akan semakin beragam.
“Dalam menyusun target, kami mencoba serealis mungkin, meskipun arah besarnya sudah ditetapkan Presiden melalui RPJMN,” katanya.
Politikus Partai Demokrat itu mencontohkan, target tenaga kerja ekonomi kreatif tahun 2025 sebesar 25,5 juta orang juga telah terlampaui menjadi 27,4 juta orang, atau lebih cepat dari target 2028. Ia pun mengakui capaian tersebut bahkan melampaui target jangka menengah.
Baca Juga
Kementerian Ekraf–Kadin Sepakat Bangun Ekosistem Kreatif 5.0
Meski demikian, Riefky mengingatkan capaian tersebut harus dijaga agar tidak bersifat sementara. Pemerintah berupaya memastikan pertumbuhan ekraf tetap berkelanjutan, sehingga kinerja yang tercapai lebih awal tidak kembali turun pada tahun-tahun berikutnya.
“Bagaimana kita mempertahankan agar target setiap tahunnya ini juga jangan sampai tahun ini tercapai lebih awal, tetapi tahun depan turun lagi,” jelasnya.
Menurut Menekraf, tantangan tersebut menjadi fokus kerja internal kementerian ke depan. Untuk tahun depan, pemerintah memastikan arah kebijakan tetap berada dalam koridor target RPJMN.
“Untuk 2026 kami akan tetap dalam koridor itu walaupun programnya macam-macam,” kata Riefky.

