30 Ton Beras dari Uni Arab Emirates Tak Dikembalikan, Disalurkan Lewat Muhammadiyah
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian merespons isu yang menyebut Pemkot Medan mengembalikan bantuan 30 ton beras dari Uni Arab Emirates (UAE) untuk warga terdampak bencana Sumatra. Tito menjelaskan, bantuan tersebut tidak dikembalikan, melainkan dikelola oleh lembaga milik Muhammadiyah.
Hal itu disampaikan Tito dalam konferensi pers perkembangan penanganan bencana Sumatra di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (19/12/2025).
Baca Juga
Danantara dan BUMN Kerahkan 1.066 Relawan dan 109 Truk untuk Penanganan Bencana Sumatra
Tito menejelaskan bantuan tersebut bukan berasal dari pemerintah UAE. Bantuan itu, katanya, berasal dari organisasi kemanusiaan Bulan Sabit Merah atau Red Crescent yang ada di UAE. Hal itu berdasarkan hasil komunikasi Tito dengan pihak Kedutaan Besar UAE di Jakarta.
“Kami langsung berhubungan dengan Duta Besar United Arab Emirates (UAE) yang menyampaikan kepada kami tadi malam bahwa yang diberikan itulah bantuan 30 ton berasal bukan dari pemerintahan United Arab Emirates, tetapi dari Red Crescent. Jadi Bulan Sabit Merah,” kata Tito.
Rencananya, beras itu akan diberikan kepada Wali Kota Medan Rico Waas untuk disalurkan kepada warga terdampak bencana Sumatra. Namun, Rico enggan menerima bantuan tersebut karena belum ada kejelasan mekanisme penerimaan bantuan dari pihak asing.
Untuk itu, berdasarkan kesepakatan, 30 ton beras dari organisasi Red Crescent UAW itu diserahkan ke Muhammadiyah Medical Center. Selanjutnya, Muhammadiyah akan menyalurkan bantuan itu kepada warga terdampak bencana.
Baca Juga
“Diserahkan kepada Muhammadiyah Medical Center dalam rangka bencana. Ini Muhammadiyah membuat suatu center (pusat) untuk kemanusiaan di Medan,” ujar Tito.
“Beras ini sekarang sudah ada di tangan Muhammadiyah. Dan nanti Muhammadiyah yang akan membagikan kepada masyarakat,” kata Tito menambahkan.

