Korban Bencana Banjir Sumatra Bertambah, 836 Orang Meninggal dan 509 Masih Hilang
Poin Penting
| ● | BNPB catat 836 meninggal, 509 hilang, dan ribuan rumah serta fasilitas rusak akibat banjir Sumatra. |
| ● | Wapres Gibran tinjau tiga provinsi terdampak dan pastikan percepatan penanganan serta distribusi bantuan. |
| ● | Pemerintah fokus pada pemulihan infrastruktur, kebutuhan pengungsi, dan inventarisasi rumah rusak sesuai arahan Presiden. |
JAKARTA, investortrust.id - Korban bencana banjir di Sumatra Utara (Sumut), Sumatra Barat (Sumbar), dan Aceh terus bertambah. Berdasarkan data yang diperbarui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui situs bnpb.go.id pada Jumat (5/12/2025) pagi, tercatat sebanyak 836 orang meninggal dunia. Selain itu, sebanyak 509 orang masih hilang dan sebanyak 2.700 orang terluka.
Bencana banjir juga mengakibatkan sejumlah fasilitas rusak. Terdapat 10.500 rumah warga yang rusak, Banjir juga mengakibatkan 536 fasilitas umum dan 185 rumah ibadah rusak. Tak hanya itu, sebanyak 25 fasilitas kesehatan, 115 kantor dan gedung, 326 fasilitas pendidikan, dan 295 jembatan rusak.
BNPB memerinci jumlah korban meninggal dunia akibat banjir di Aceh mencapai 325 orang dan 170 orang lainnya masih hilang. Sementara di Sumbar, banjir mengakibatkan 200 orang meninggal dunia dan 212 orang lainnya masih hilang. Untuk bencana banjir di Sumut, BNPB mencatat sebanyak 311 orang meninggal dunia dan 127 orang lainnya masih hilang.
Baca Juga
Kawal Arahan Prabowo, Wapres Gibran Tinjau Lokasi Terdampak Banjir di Sumatra Barat
Pemerintah memastikan terus berupaya menanggulangi bencana banjir Sumatra dengan mengirimkan bantuan, memulihkan fasilitas, dan membuka akses ke daerah terisolir.
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau sejumlah titik di tiga provinsi terdampak bencana untuk memastikan percepatan penanganan bencana sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto. Gibran meninjau lokasi bencana dan bertemu warga yang mengungsi di Agam Sumatra Barat, Tapanuli Selatan Sumatra Utara, dan Aceh Singkil, Aceh.
Saat meninjau penanganan bencana di Tapanuli Selatan, Gibran menegaskan pemerintah akan terus hadir bersama masyarakat. Masyarakat Sumatra tidak akan ditinggalkan sendirian dalam menghadapi musibah ini. Ia pun meminta maaf apabila terdapat kekurangan dalam penanganan bencana.
“Bapak ibu, sekali lagi saya mohon maaf. Bapak-Ibu tidak sendiri, warga Sumatra tidak sendiri, kami di sini untuk bapak ibu semua ya. Kami hari ini mengunjungi tiga provinsi sekaligus,” ungkap Wapres.
“Tadi banyak yang mengeluhkan masalah sekolah, rumah, nanti kami bantu ya bapak ibu ya. Terima kasih dan sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya,” ungkap Gibran.
Tidak hanya itu, Gibran juga kembali menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah yang tidak hanya menelan korban jiwa tetapi juga merusak permukiman dan berbagai fasilitas umum.
“Bapak-Ibu, saya sampaikan duka cita yang mendalam untuk para korban bencana. Ini saya diperintah oleh Pak Presiden bersama Pak Wamen (Dalam Negeri) untuk mempercepat penanganan dan pemulihan bencana,” tuturnya.
Lebih lanjut, Wapres pun menginstruksikan kepada para kepala daerah dan berbagai pihak terkait lainnya agar melakukan percepatan distribusi bantuan.
“Ini saya minta untuk segera melakukan percepatan penyaluran distribusi bantuan lewat jalur darat, udara, laut, dan pastikan di tempat-tempat yang terisolir ini bisa terjangkau juga,” pintanya.
Baca Juga
Singgung Menteri Kehutanan Soal Bencana Sumatera, Legislator: Nggak Mampu Mundur Aja
Kemudian, Wapres juga meminta agar kebutuhan pangan, sanitasi, serta kesehatan para pengungsi diperhatikan dengan baik.
“Untuk Bapak-Ibu yang ada di pengungsian, ini mohon diperhatikan makannya, diperhatikan sanitasinya, kesehatannya. Ini kan ada dokter 24 jam ya, dan tolong diperhatikan juga untuk Bapak-Ibu yang lansia, difabel, anak-anak, balita, ibu hamil, ini tolong diperhatikan benar,” tegasnya.
Lebih jauh, sesuai arahan Presiden Prabowo, Wapres memastikan bahwa pemerintah terus mengupayakan percepatan pembangunan dan pemulihan infrastruktur yang terdampak, termasuk rumah-rumah penduduk yang rusak, akses jalan, sekolah, jembatan, serta fasilitas publik dan jaringan pendukung logistik lainnya.
“Bapak-Ibu, ini sudah diperintah Pak Presiden juga untuk akses jalan, jembatan. Tadi ada adik yang sekolah, nanti akan dibangun kembali ya, tunggu dulu ya. Listrik, terus jalur untuk BBM nanti akan segera dipulihkan,” ujar Wapres.
“Ini adalah perintah langsung dari Pak Presiden. Dan rumah yang rusak, ini mohon Pak [Wakil Gubernur dan Bupati] tolong diinventarisasi dulu, nanti akan kami bantu. Itu ya Bapak-Ibu ya,” tambahnya.

