Senin, Komisi Reformasi Polri Bakal Gelar Rapat Perdana di Mabes Polri
JAKARTA, investortrust.id - Komisi Reformasi Polri yang baru dilantik Presiden Prabowo Subianto akan menggelar rapat perdana pada Senin (10/11/2025). Rapat perdana ini akan digelar di Mabes Polri.
"Kami akan mengadakan rapat dulu intern dan insyaallah hari Senin jam 1 kami akan mengadakan rapat pertama di kantor Polri, kantor Kapolri," kata Ketua Komisi Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie seusai dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (7/11/2025).
Baca Juga
Prabowo Dorong Komisi Reformasi Polri Wujudkan Supremasi Hukum dan Keadilan
Jimly menyatakan, Komisi Reformasi Polri akan langsung bekerja dengan meminta masukan berbagai pihak. Meski tidak ada tenggat waktu, komisi akan melaporkan kerjanya secara berkala kepada Presiden Prabowo.
"Bapak Presiden tidak memberi batasan waktu. Minimal 3 bulan itu sudah ada laporan, walaupun itu bisa berkembang sesuai dengan kebutuhan," katanya.
Mantan Ketua MK itu mengatakan, pembentukan Komisi Reformasi Polri menunjukkan Prabowo responsif terhadap berbagai aspirasi masyarakat, terutama kepolisian. Bahkan, katanya, Prabowo berencana mengevaluasi dan mengkaji seluruh lembaga.
"Beliau juga menyampaikan tadi kepada kami, bukan hanya kepolisian sebetulnya yang harus dievaluasi, semua kelembagaan yang kita bangun sesudah reformasi perlu dikaji. Salah satunya adalah kepolisian sesuai dengan aspirasi yang tumbuh dan berkembang dari masyarakat, terutama puncaknya pada bulan Agustus yang lalu dan juga disuarakan oleh tokoh-tokoh bangsa ialah Gerakan Nurani Bangsa yang mengusulkan kepada Bapak Presiden untuk dibentuk tim," paparnya.
Baca Juga
Tancap Gas, Prabowo Langsung Pimpin Rapat dengan Komisi Reformasi Polri
Jimly mengungkapkan, hasil dari kerja Komisi Reformasi Polri merupakan rekomendasi yang akan disampaikan kepada Prabowo. Tak tertutup kemungkinan, hasil kerja komisi akan berdampak pada revisi UU Polri.
"Apanya yang perlu diubah, sistem yang harus kita perbaiki, nanti kami akan rembuk bersama sambil mendengar dari semua kalangan," katanya.

