Diskusi 2 Jam dengan Prabowo, Jonan Tegaskan Tak Bahas Polemik Kereta Cepat Whoosh
JAKARTA, investortrust.id - Mantan Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/11/2025). Jonan menegaskan tidak membahas mengenai polemik utang kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh dalam pertemuan dengan Prabowo yang berlangsung selama sekitar 2 jam itu.
"Enggak-enggak (bahas kereta cepat Whoosh)," kata Jonan kepada wartawan seusai pertemuan dengan Prabowo.
Baca Juga
Prabowo Panggil AHY dan Ignasius Jonan, Rapat soal Utang Kereta Cepat Whoosh?
Jonan juga enggan berkomentar saat diminta pandangannya mengenai polemik utang Whoosh. Mantan Direktur Utama PT KAI itu mengaku sudah pensiun dan tidak memiliki kapasitas untuk memberikan pendapatnya.
"Enggak ada, saya sudah pensiun, saya enggak akan menyampaikan pendapat lah," katanya.
Jonan meyakini Prabowo memiliki kebijakan terkait polemik Whoosh.
"Enggak ada sama sekali (pendapat soal Whoosh). Saya pikir sih, mestinya beliau kan pasti punya kebijakan sendiri ya mengenai ini. Kan Whoosnya sendiri secara operasional bagus. Kalau yang lain-lain ya mungkin tanya beliau sendiri," katanya.
Kedatangan Jonan ke Istana memunculkan spekulasi adanya pembahasan mengenai kereta cepat Whoosh. Hal ini mengingat Jonan menjabat sebagai menteri perhubungan saat proyek itu dimulai pada 21 Januari 2016. Apalagi, pada hari ini, Prabowo juga memanggil Menteri Koordinator bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Dirut PT KAI Bobby Rasyidin. Namun, Jonan menegaskan tak ada pembahasan soal kereta cepat Whoosh dalam pertemuannya dengan Prabowo.
Jonan mengaku kedatangannya ke Istana untuk berdiskusi dengan Prabowo mengenai sejumlah program pemerintah seperti makan bergizi gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, dan sekolah rakyat. Menurutnya, program-program prioritas Prabowo itu memiliki dampak positif bagi masyarakat kecil dan mendukung pemerataan ekonomi nasional. Program-program tersebut merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap keadilan sosial.
“Program-program yang sifatnya kerakyatan seperti keberpihakan kepada keadilan sosial, kalau menurut saya ya, itu misalnya MBG, ada Kopdes Merah Putih, lalu sekolah rakyat, yang multiplier effect ekonominya menurut saya secara perlahan mungkin akan tumbuh,” kata Jonan.
Jonan juga menambahkan penyempurnaan program-program tersebut memang memerlukan waktu dan proses yang bertahap.
"Ya, memang kalau diminta sempurna dari awal mungkin tidak mungkin, tetapi kan ini perbaikannya pelan-pelan gitu ya, mestinya jalan sih selama ini,” ungkapnya.
Baca Juga
AHY: Laporan Skema Utang Kereta Cepat Whoosh Siap Diserahkan ke Presiden
Selain program sosial, Jonan juga menyampaikan pandangannya mengenai kiprah Presiden Prabowo di kancah internasional dan peran aktif BUMN dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Ia memuji langkah Prabowo yang dinilainya berhasil menyeimbangkan diplomasi luar negeri dengan pembangunan ekonomi dalam negeri.
“Kami juga sharing tentang peran serta beliau yang sangat bagus dan aktif di diplomasi luar negeri, juga di pengembangan BUMN dan partisipasi BUMN untuk bangsa dan negara yang lebih banyak,” tutur Jonan.

