Jambore Peran Saka Nasional 2025 Jadi Momentum Kebangkitan Pramuka Indonesia
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Gerakan Pramuka Indonesia tengah bersiap menyelenggarakan Jambore Peran Saka Nasional 2025 yang akan digelar di Gorontalo pada 2 hingga 9 November mendatang. Kegiatan berskala nasional ini akan dihadiri sekitar 5.000 peserta dari seluruh Indonesia, dan menjadi momentum penting bagi kebangkitan kembali semangat kepramukaan nasional, terutama dalam mencetak generasi muda yang tangguh dan berkarakter.
Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Budi Waseso, menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar pertemuan anggota Pramuka dari berbagai daerah, tetapi menjadi ajang pembentukan karakter dan peningkatan keterampilan generasi muda. “Kegiatan Pramuka ini adalah kegiatan yang sangat penting, di mana Peran Saka ini ada 12 saka yang akan hadir dari seluruh Indonesia,” ujarnya saat dialog persiapan acara di Jakarta, Sabtu (18/10/2025).
Dalam kegiatan tersebut, selain pelatihan keterampilan dari berbagai satuan karya (saka), Pramuka juga akan melakukan aksi nyata seperti penanaman 3.000 pohon kelapa dan 2.000 pohon mangga di wilayah Gorontalo. Aksi penghijauan ini menjadi bentuk kontribusi nyata Pramuka terhadap pelestarian lingkungan.
Tak hanya itu, akan digelar pula kegiatan Jumpa Tokoh yang menghadirkan figur-figur muda inspiratif untuk memberikan pembekalan kepada peserta. “Mereka akan tampil memberikan masukan bagaimana menjadi generasi muda yang berhasil, tangguh, dan produktif. Mereka inilah generasi yang akan mengisi masa depan Indonesia,” kata Budi Waseso. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi emas Indonesia 2045 melalui pendidikan karakter yang kuat.
Salah satu terobosan penting dalam pembinaan Pramuka adalah skema “fast track” untuk Pramuka Garuda, yakni anggota Pramuka dengan keterampilan dan prestasi khusus. Mereka akan mendapatkan prioritas dalam penerimaan pendidikan formal, termasuk ke SMP, SMA, perguruan tinggi, hingga jalur langsung ke Akademi Militer (Akmil) dan Akademi Kepolisian (Akpol) tanpa melalui tes seleksi umum. “Perguruan tinggi juga sekarang sudah menerima Pramuka Garuda yang bebas tes. Fast track bisa langsung masuk ke Akmil dan Akpol,” jelasnya.
Budi Waseso juga menyampaikan bahwa ke depan akan ada dorongan untuk merevisi regulasi, agar Gerakan Pramuka berada langsung di bawah Presiden, bukan lagi di bawah Kemenpora. Hal ini diharapkan dapat memperkuat peran strategis Pramuka dalam pembentukan karakter bangsa.
Dukungan terhadap kebangkitan Pramuka juga datang dari anggota DPR RI Dapil Gorontalo, Rachmat Gobel, yang juga menjabat sebagai Presiden Indonesia–Japan Friendship Association (PPIJ).
Gobel yang juga mantan anggota Pramuka aktif, menilai keberadaan organisasi ini sangat penting di tengah tantangan pembentukan karakter generasi muda. “Saya melihat bahwa Pramuka ini di mata saya itu semakin tenggelam. Padahal Pramuka ini adalah organisasi yang sangat strategis. Ini harus didorong, lebih diaktifkan, dan dipromosikan terus,” ujarnya.
Ia menilai Pramuka tidak boleh hanya menjadi kegiatan ekstrakurikuler pelengkap di sekolah, tetapi harus menjadi bagian dari sistem pembentukan karakter nasional. Gobel juga mengaitkan penguatan Pramuka dengan peluang kerja di luar negeri, terutama Jepang.
“Kebutuhan tenaga kerja di Jepang justru saya pikir ini sudah bisa kita persiapkan. Karena pendidikan, pelatihan, keterampilan sudah dilakukan di Pramuka. Tinggal diajarkan bahasa Jepang saja, tinggal dipoles sedikit lagi,” ujarnya. Menurutnya, kerja sama antara Pramuka Indonesia dan Pramuka Jepang bisa menjadi jembatan komunikasi dan kerja sama tenaga terampil di masa depan.

