Ada Makhluk Hitam Raksasa Muncul Pada Parade HUT TNI di Monas. Kita Intip Spek-nya.
Jakarta, investortrust.id – Pada parade alat utama sistem senjata Peringatan Hari Ulang Tahun TNI ke-80 di Monas beberapa waktu lalu, muncul penampakan sesosok lonjong besar berwarna hitam yang 'digendong' oleh truk militer. Sosok itu adalah purwarupa kapal selam otonom atau tak berawak yang dibangun oleh PT PAL Surabaya.
Pada parade itu perusahaan galangan kapal BUMN Indonesia, PT PAL Indonesia, sekaligus memperkenalkan kapal selam otonomnya (Kapal Selam Otonom/KSOT) kepada publik untuk pertama kalinya dalam Parade Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-80 pada tanggal 5 Oktober di Jakarta kemarin.
Nggak main-main, prototipe kapal selam otonom itu mampu bertahan di bawah permukaan hingga 72 jam dengan kecepatan tertinggi hingga 20 knot dan dikendalikan dengan radio secara langsung atau sambungan satelit dengan jarak jangkau 200 mil. Tak lupa, kecerdasan buatan juga dibenamkan di otak kapal selam tak berawak ini.
Rilis dari PT PAL mengatakan sistem kendali dan komunikasi KSOT ini dapat digabungkan dengan sistem pusat komando kapal perang milik TNI AL sehingga dapat meningkatkan kapabilitas dan jarak operasi kapal perang TNI AL. Tak tanggung-tanggung, torpedo berkemampuan tinggi yang sudah 'battle proven' seperti Black Shark dan AM-39 Exocet dapat dibawa oleh monster bawah air ini.
Seperti dikutip dari navalnews, KSOT telah dirancang dalam tiga konfigurasi: pengintaian, serangan satu arah (One Way Attack atau kamikaze), dan varian bersenjata torpedo.
Selain KSOT, PT PAL juga memamerkan Pusat Komando Kapal Selam Otonom (ASCC) berbasis truk, yang dirancang untuk mengelola dan mengoordinasikan misi KSOT dari darat.
Kontributor tetap Naval News yang juga pakar OSINT (Open-Source Intelligence) dan kapal selam H.I. Sutton memberikan pendapatnya, "Desain (KSOT) lugas, menggabungkan fitur-fitur yang terdapat pada XLUUV lainnya. Desain ini menggabungkan hidrodinamika sederhana dengan pilihan desain pragmatis, termasuk pengaturan kemudi berbentuk salib tradisional (berbeda dengan bentuk-x). Superstruktur yang ditinggikan, memberikan kesan seperti layar pada kapal selam berawak, memiliki tiang lipat yang besar." Tuturnya.
“Indonesia terletak di persimpangan maritim strategis antara Asia dan Eropa. Indonesia memiliki perairan pedalaman yang luas yang diakses melalui sejumlah titik choke point alami, termasuk beberapa titik yang vital bagi pelayaran internasional. Sebagian besar pelayaran dunia melewati perairannya. Oleh karena itu, Indonesia merupakan titik rawan alami, yang kemungkinan besar akan terlibat dalam perang besar di masa depan, entah Indonesia memilihnya atau tidak. Wajar jika Angkatan Laut Indonesia (TNI AL) akan menjadi bagian penting dalam rencana perang apa pun. Dan kemampuan untuk memantau dan membatasi akses ke perairan pedalamannya akan menjadi kunci.” tukas Sutton.
Perlu dicatat, belum ada pengungkapan kapan KSOT akan beroperasi penuh atau berapa banyak unit yang ingin diperoleh Angkatan Laut.

