Sandiaga Uno: Kerja sama K-Wave dan I-Wave Berpotensi Ciptakan Lapangan Kerja
JAKARTA, Investortrust.id - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Uno menyebut forum kerja sama ekonomi bertema “Indonesian Wave / I-Wave and Korean Wave / K-Wave Together for the Future” perlu dimaksimalkan sehingga menghadirkan peluang pertumbuhan lapangan kerja.
“Potensi K-Wave dan I-Wave ini harus dimaksimalkan karena ingin menciptakan 4,4 juta lapangan kerja baru,” kata Sandiaga ditemui usai forum Korea-Indonesia Cooperation Forum in Commemoration of the 50th Anniversary of Diplomatic Relations, di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (30/11/2023).
Baca Juga
Ini Alasan Indonesia Perlu Belajar Ekonomi Kreatif ke Korea Selatan
Sedikit informasi, budaya Korea telah berkembang pesat dan meluas secara global. Keberadaannya cenderung diterima publik dari berbagai kalangan sehingga menghasilkan suatu fenomena “Korean Wave” atau disebut juga Hallyu. Beberapa elemen K-Wave yang paling populer termasuk K-Pop (Korean Pop), K-Drama (Korean Drama), K-Film (Korean Film), K-Beauty (Korean Beauty), hingga K-Food (Korean Food).
Sandiaga mengatakan industri kreatif memiliki potensi besar. Berkaca kepada Korea Selatan, kata dia, industri kreatif telah menunjukkan hasil luar biasa terhadap ekonomi nasional. Menurutnya, saat ini ada tiga sub sektor unggulan yang ingin diusung dalam I-Wave. Selain musik, film, animasi, dan game, ada tiga subsektor yaitu kuliner, kriya, dan fashion.
“Sektor-sektor itu merupakan sektor yang berpengaruh terhadap hajat hidup banyak orang,” kata dia. Berikutnya Indonesia perlu belajar memahami bagaimana industri kreatif Korea Selatan digerakkan. Salah satu yang perlu “dicontek” yaitu etos kerja.
Baca Juga
Korea Selatan Akan Duduki Peringkat 5 Investasi di Indonesia
“Etos kerja dalam konsep kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan berkualitas,” ujar dia.
Selain itu, kata Sandiaga, perlu kolaborasi yang apik antara pemerintah dan dunia usahanya. “Pendekatan Korea incorporated, yaitu kemampuan bersinergi dan bergotong royong untuk ekonomi kreatif,” kata dia.
Sandiaga mengatakan diplomasi melalui tokoh-tokoh nasional juga perlu ditingkatkan. Nama seperti selebritis Rafi Ahmad berpotensial untuk menjadi tersohor di Korea Sealatan.
“Megawati, pemain voli, yang kalau pemanasan menggunakan lagu dangdut itu mempromosikan lebih banyak budaya Indonesia, selain tentu saja kuliner kita seperti nasi goreng, rendang, soto, dan gado-gado,” kata dia. (CR-7)

