Presiden Prabowo sebagai Solidarity Maker
DILIHAT dari kemampuan membangun solidaritas lintas identitas dan kepentingan, ada sejumlah pemimpin dan calon pemimpin di Indonesia yang memiliki kemampuan sebagai solidarity maker. Pada masa lalu ada Presiden Soekarno, Haji Agus Salim, dan Tan Malaka. Sejak era reformasi ada Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Joko Widodo (Jokowi). Sedangkan saat ini solidarity maker yang selalu menjadi pemberitaan adalah Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Jabar “KDM” Kang Deddy Mulyadi.
Dalam sosiologi dan politik, "solidarity maker" merujuk pada individu atau kelompok yang secara aktif memupuk dan mempromosikan solidaritas. Mereka mampu mengobarkan rasa persatuan dan tanggung jawab bersama di antara anggota kelompok sosial atau masyarakat. Mereka piawai mengangkat isu yang menjadi perhatian bersama, nilai-nilai bersama, dan menggalang kerja sama.
Solidaritas, dalam konteks sosiologi, adalah ikatan persatuan di antara orang-orang, sering kali berdasarkan pada kepentingan, nilai-nilai, atau pengalaman bersama. Hal ini dapat terwujud dalam berbagai bentuk, seperti saling membantu, tindakan kolektif, atau rasa memiliki bersama.
Émile Durkheim, tokoh utama dalam sosiologi, mengeksplorasi konsep solidaritas, membedakan antara solidaritas mekanis (berdasarkan kepercayaan dan praktik bersama dalam masyarakat yang lebih sederhana) dan solidaritas organik (berdasarkan saling ketergantungan dalam masyarakat yang kompleks).
SedangLéon Bourgeois mengembangkan ideologi politik solidarisme, yang bertujuan untuk menciptakan keseimbangan antara individualisme dan kolektivisme, menekankan tanggung jawab sosial dan saling membantu.
Dalam politik, solidaritas dapat merujuk pada persatuan dan kerja sama antara partai politik, kelompok, atau bahkan negara, sering kali dalam menghadapi ancaman atau tujuan bersama. Pemimpin politik yang mengutamakan kebutuhan konstituen mereka dan bekerja untuk membangun jembatan antara kelompok yang berbeda dapat dianggap sebagai solidarity maker.
Solidarity maker memprioritaskan kesejahteraan kelompok atau masyarakat secara keseluruhan, bahkan berkorban atau menantang kepentingan individu. Mereka secara aktif bekerja untuk membangun hubungan yang kuat dan menumbuhkan kepercayaan di antara anggota kelompok atau masyarakat.
Mereka menekankan nilai-nilai, keyakinan, dan tujuan bersama yang dapat menyatukan orang dan menumbuhkan rasa identitas kolektif. Mereka secara aktif bekerja untuk memfasilitasi kerja sama dan kolaborasi di antara individu dan kelompok, baik di bidang politik maupun sosial. Mereka sering mengadvokasi perubahan sosial dan kebijakan yang mempromosikan keadilan, kesetaraan, dan kebaikan bersama.
Mengapa Presiden Prabowo layak disebut solidarity maker?
Pertama, dalam pidato perdananya sebagai Presiden, Prabowo menekankan pentingnya persatuan bangsa dan kebangkitan Indonesia di bawah kepemimpinannya. Ia mengajak semua pihak untuk bersatu demi kemajuan bangsa, menunjukkan komitmen terhadap solidaritas nasional.
Kedua, pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 di Mesir, Prabowo menyerukan pentingnya persatuan dan kerja sama antarnegara Muslim. Ia mengkritik lemahnya solidaritas dalam menghadapi isu-isu global dan menekankan perlunya tindakan nyata untuk menciptakan perubahan.
Ketiga, Prabowo mendukung pembentukan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), sebuah gerakan sosial yang bertujuan menyatukan semua kekuatan, gagasan, dan sumber daya untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera. Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa GSN adalah gerakan sosial, bukan politik, yang bertujuan memperkuat solidaritas di antara rakyat.
Keempat, dalam hampir setiap pidato Prabowo selalu menunjukkan pembelaan terhadap rakyat kecil —para petani, nelayan, dan buruh—, mengecam korupsi dan kebocoran. Prabowo menggulirkan berbagai program yang pro-rakyat kecil.
Kelima, dalam pertemuannya dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk mendukung perdamaian di Gaza dan menekankan pentingnya solidaritas internasional dalam menyelesaikan konflik. Ia juga menyatakan kesiapan Indonesia untuk mengirim pasukan penjaga perdamaian guna mendukung gencatan senjata di Gaza.
“Saya ingatkan pengusaha-pengusaha, kau boleh untung tapi jangan mencekik petani-petani kita. Daripada kau cekik (petani), lebih baik saya cekik kau!” kata Presiden Prabowo pada sebuah kesempatan.
“Kita harus berani mengakui terlalu banyak kebocoran-kebocoran dari anggaran kita, penyimpangan-penyimpangan, kolusi di antara para pejabat politik, pejabat pemerintah di semua tingkatan, dengan pengusaha-pengusaha yang nakal, pengusaha-pengusaha yang tidak patriot,” ujar Presiden Prabowo pada pidato 1 Juni 2025.
“Terlalu banyak saudara-saudara kita yang berada di bawah garis kemiskinan. Terlalu banyak anak-anak kita yang berangkat sekolah tidak makan pagi. Terlalu banyak anak-anak kita yang tidak punya pakaian untuk berangkat sekolah.” (Pidato pelantikan 8 Oktober 2024)
Program Makan Bergizi Gratis (MBG), 3 juta rumah, pemeriksaan kesehatan gratis, perlindungan pekerja migran, sekolah rakyat, dan koperasi desa/kelurahan merah-putih adalah contoh kebijakan seorang solidarity maker.
Merdeka!

