Jakarta Mulai Kondusif, Giliran Bekasi Digoyang Aksi Massa
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Suasana di Jakarta memasuki masa kondusif pada Minggu (31/8/2025) setelah aksi massa yang berlangsung sejak tiga hari terakhir. Para petugas kebersihan mulai merapihkan sejumlah fasilitas sosial dan fasilitas umum yang sempat hancur akibat dirusak oknum demonstran.
Bahkan ruas Jl Gatot Subroto di depan Gedung DPR/MPR serta kawasan di depan Mako Brimob di Kwitang Raya, Jakarta Pusat telah dibersihkan oleh petugas. Sejumlah masyarakat pun mulai menikmati ruas Jl Sudirman untuk kegiatan olah raga, saat car free day.
Namun gangguan justru terjadi kawasan Kota Bekasi. Sejak sore menjelang magrib, kerumunan massa mulai mendatangi Mapolresta Bekasi di ruas jalan Jl Pangeran Jayakarta, Harapan Mulya Bekasi.
Aksi lempar batu dan petasan mulai meriah, dengan diwarnai aksi kejar oleh pasukan Brimob terjadi saat magrib.
Mengantisipasi meluasnya aksi yang diwarnai kericuhan, dan mencegah aksi penjarahan yang telah terjadi di sejumlah rumah anggota dewan dan pejabat, beberapa klaster dan komplek perumahan mulai menutup portal dan gerbang.
Perumahan Summarecon telah menutup gerbang perumahan, termasuk Grand Surya Estate yang lokasinya berjarak sekitar 3-4 km dari lokasi ricuh. “Gerbang rumah saya sudah ditutup, menghindari potensi ricuh,” kata Herry, yang bermukim di Grand Surya Estate.
Di hari yang sama, Presiden Prabowo Subianto dalam pernyataannya di Istana Negara, memerintahkan kepolisian dan TNI untuk mengambil langkah yang setegas-tegasnya dalam menindak segala bentuk perusakan fasilitas umum, penjarahan rumah pribadi, hingga gangguan pada pusat-pusat ekonomi.
“Kepada pihak kepolisian dan TNI, saya perintahkan untuk mengambil tindakan yang setegas-tegasnya terhadap segala macam bentuk pengerusakan fasilitas umum, penjarahan terhadap rumah individu ataupun tempat-tempat umum atau sentra-sentra ekonomi, sesuai dengan hukum yang berlaku,” ujar Presiden dalam keterangan resminya yang disampaikan di Istana Merdeka, Minggu (31/8/2025).
Dalam kesempatan yang sama Prabowo mengaku tak bisa memungkiri bahwa aksi anarkis yang berbarengan dengan demonstrasi pada beberapa hari terakhir sudah mulai menujukkan tindakan-tindakan di luar hukum, bahkan ada yang mengarah kepada makar, dan terorisme.
"Namun kita tidak dapat pungkiri bahwa sudah mulai kelihatan. Gejala adanya tindakan-tindakan di luar hukum. Bahkan melawan hukum. Bahkan ada yang mengarah terhadap, mengarah kepada makar, dan terorisme," kata Presiden.

