Masyarakat dan Ojol Kembali Padati Mako Brimob Kwitang Sejak Jumat Siang
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id -- Massa pendemo kembali memadati sekitaran Markas Komando (Mako) Brimob pada Jumat (29/8/2025) siang. Massa yang terdiri dari masyarakat dan pengendara ojek online (ojol) berkumpul di sekitaran Jalan Kramat Kwitang, Jakarta.
Polisi dan massa kembali memanas. Polisi kembali menembakan gas air mata ke arah pendemo sekitar pukul 14.30 WIB.
Berdasarkan pantauan Investortrust.id, mobil ambulans tampak bolak balik melintas dari arah Jalan Kramat Kwitang menuju Jalan Kramat Raya. Beberapa motor juga tampak membunyikan klakson sembari membonceng pendemo yang terluka.
Efek pedih yang ditimbulkan akibat gas air mata terlihat dari mata para pendemo yang tampak memerah. Tembakan gas air mata sesaat memecah kerumunan massa yang berkumpul di bawah fly over Senen.
Sementara itu masyarakat terus berdatangan ke sekitaran fly over Senen hingga pukul 15.36 WIB. Beberapa diantaranya hanya ingin menonton. Sebagian lagi terlihat mendekat ke arah Mako Brimo.
Baca Juga
Mako Brimob Kwitang Digeruduk Massa, Kostrad Minta Massa Tenang
Solidaritas di kalangan masyarakat dan pendemo juga terlihat di lokasi. Berdasarkan pantauan, beberapa orang terlihat membagikan air dan nasi kotak. Beberapa masyarakat juga tampak membantu menghilangkan rasa perih akibat gas air mata.
Situasi lalu lintas di Jalan Pasar Senen dan Jalan Letjen Soeprapto tampak dipadati sepeda motor yang terparkir.
Sebelumnya sejumlah personel TNI dengan baret hijau di kepala dan personel TNI AL mengajak massa demonstran di Mako Brimob, Kwitang, Jakarta Pusat, untuk berdialog dan menghentikan pelemparan kepada petugas. Mereka meminta pengunjuk rasa yang terdiri atas warga dan pengemudi ojol untuk menghentikan aksi provokasi, dan bersikap tenang.
Hadir langsung di tengah kerumunan massa di depan Mako Brimob Kwitang, Asintel Kaskostrad Brigjen TNI Muhammad Nas, yang mengimbau masyarakat dan para driver ojol yang berkumpul untuk tetap tenang. "Semalam kita sudah melihat, Bapak Kapolri sudah menyampaikan permintaan maaf, baik kepada pihak keluarga almarhum, dan teman-teman ojol. Pelaku yang diduga terlibat dalam kejadian semalam, sudah diperiksa oleh Propam Mabes Polri," kata Brigjen Nas di depan kerumunan massa.
Sekadar informasi, aksi massa dan demonstrasi dari kalangan buruh dan masyarakat serta mahasiswa yang turun ke jalan di depan Gedung DPR RI sejak Kamis (28/8/2025) mengajukan setidaknya 11 tuntutan. pertama menghapus sistem outsourcing dan menolak upah murah, permintaan membentuk Satgas Pencegahan dan Penanganan PHK, dilakukannya reformasi pajak perburuhan yang berkeadilan, termasuk penghapusan pajak pesangon, THR, dan JHT, lalu pengesahan RUU Ketenagakerjaan tanpa skema omnibus law.
Aksi massa juga menuntut pengesahan RUU Perampasan Aset untuk memberantas korupsi. revisi atas UU Pemilu demi sistem demokrasi yang lebih aspiratif dan terbuka, pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT), penegakkan standar kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di sektor pertambangan, dan penerapan sistem pengupahan adil bagi pekerja perkebunan sawit.
Tuntutan aksi massa juga mencakup ratifikasi Konvensi ILO-190 tentang penghapusan kekerasan dan pelecehan di dunia kerja, hingga mendesak pemotongan gaji anggota DPR sebesar 20–30 persen sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat serta solusi defisit anggaran negara.

