Modal Elektabilitas Tak Cukup untuk Bertarung di Pilkada DKI
JAKARTA, investortrust.id - Sejumlah partai politik (parpol) telah mengungkap nama yang bakal diusung di Pilkada DKI 2024 pada November 2024 mendatang. Partai Golkar misalnya, menjagokan nama mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan mantan Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar. Sementara Partai Nasdem dikabarkan akan mengusung Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni.
Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis (TPS), Agung Baskoro menyatakan Pilkada DKI berbeda dengan pemilihan daerah lainnya. Dikatakan, seorang cagub atau cawagub tidak cukup mengandalkan modal elektabilitas. Selain elektabilitas, tiap kandidat memerlukan modal penerimaan di tingkat elite, isitas atau logistik, hingga kualitas figur.
"Elektabilitas saja tak cukup untuk melenggang ke Pilgub DKI Jakarta karena perlu akseptabilitas di tingkat elite, isitas yang mumpuni, dan kualitas figur yang ditandai rekam-jejak yang mumpuni," kata Agung kepada Investortrust.id, Rabu (28/2/2024).
Baca Juga
Dari 545 Daerah, Pilgub DKI Tetap Jadi Magnet di Pilkada 2024
Menurutnya, sejumlah kriteria tersebut diperlukan karena Pilkada DKI terbilang istimewa. Salah satunya karena Pilkada DKI menjadi tangga menuju panggung pemilihan presiden. Hal ini tercermin dari dua kali Pilkada DKI sebelumnya, yakni 2012 dan 2017. Pada Pilkada DKI 2012, Joko Widodo (Jokowi) yang menang dan menjadi gubernur kemudian maju dan bertarung di Pilpres 2014. Demikian juga dengan Anies Baswedan yang menjadi pemenang di Pilkada DKI 2017 kemudian naik level menjadi capres di Pilpres 2024. Selain itu, Sandiaga Uno yang menjadi wakil gubernur Anies berlaga di Pilpres 2019 sebagai cawapres mendampingi Prabowo Subianto kala itu.
"Pilgub DKI Jakarta akan tetap menyedot perhatian publik sebagaimana periode-periode sebelumnya. Karena suka atau tidak, gubernur DKI Jakarta menjadi batu loncatan sebelum melangkah ke pilpres sehingga siapa pun yang terpilih akan langsung masuk dalam orbit pembahasan strategis politik nasional sebagai salah satu kandidat capres," kata Agung.
Baca Juga
Eks Wakil Kepala BSSN Dharma Pongrekun Deklarasi Maju Pilgub DKI 2024
Selain Ridwan Kamil, Ahmed Zaki, dan Sahroni, terdapat sejumlah nama lain yang diprediksi bakal maju di Pilkada DKI. Salah satunya Anies Baswedan.
Agung menilai terbuka kemungkinan PKS kembali menjagokan Anies di Pilkada DKI 2024. Namun, terbuka juga kemungkinan Anies menempati posisi strategis lainnya.
"Di tahap ini, PKS perlu segera membangun komunikasi politik di internal mereka maupun ke eksternal, agar jagoan yang mereka dukung memiliki elektabilitas sekaligus akseptabilitas elit yang kokoh untuk didukung lintas partai," katanya.

