Menaker Yassierli Ajak Praja IPDN Miliki Tiga Mindset Pemimpin Visioner, Berikut Daftarnya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mendorong para Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk membekali diri dengan tiga mindset utama sebagai modal menjadi pemimpin visioner, yaitu growth mindset, future mindset, dan innovation mindset.
Pernyataan tersebut disampaikan Yassierli saat memberikan kuliah umum kepada 3.509 Praja IPDN di Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Rabu (16/7/2025), bersama Rektor IPDN Dr. H. Halilul Khairi, M.Si serta sivitas akademika lainnya. “Orang-orang sukses pasti memiliki mindset untuk berkembang, melihat peluang ke depan, dan berani melakukan perubahan,” ujar Yassierli.
Baca Juga
Saat pemberian kuliah umum, Yassierli membagikan tiga mindset kunci menuju kepemimpinan visioner. Pertama, growth mindset, yaitu kemampuan bisa terus dikembangkan melalui pembelajaran dan usaha berkelanjutan. Kedua, future mindset, yaitu kemampuan untuk memproyeksikan arah perubahan dan mengambil keputusan berbasis masa depan. Terakhir, innovation mindset adalah keberanian untuk mencoba hal baru, menyelesaikan tantangan, dan tak takut gagal.
Yassierli juga menekankan pentingnya Praja memiliki kompetensi lintas bidang yang mencakup technical skill, cognitive skill, dan soft skill seperti kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama tim. “Setelah lulus, Praja akan ditugaskan melayani masyarakat di seluruh Nusantara. Maka penting memiliki empati, kemampuan merespons aspirasi publik, serta menyusun kebijakan berbasis kebutuhan lapangan,” jelasnya.
Dunia Kerja Digital
Yassierli juga menyebutkan bahwa generasi muda, termasuk Praja IPDN, memiliki peran strategis dalam menciptakan masa depan ketenagakerjaan Indonesia. Ia mengajak Praja IPDN untuk mengembangkan kemampuan adaptif dalam menghadapi transformasi digital dan kompleksitas sosial-ekonomi di lapangan.
Baca Juga
Retret Kepala Daerah Gelombang Dua Bakal Digelar di IPDN Jatinangor 22 Juni Mendatang
Di sektor ketenagakerjaan, menurut dia, Praja diminta aktif dalam menyelesaikan persoalan pengangguran lewat solusi konkret seperti pelatihan keterampilan (reskilling dan upskilling), pemanfaatan Balai Latihan Kerja (BLK), hingga mendorong masyarakat menjadi wirausaha. “Jika masyarakat bekerja dan punya penghasilan, maka ekonomi akan tumbuh, dan bangsa kita menjadi sejahtera,” ujar Yassierli.
Menaker juga mendorong kolaborasi antara dunia pendidikan, industri, dan pemerintah dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif dan responsif terhadap perubahan zaman. “Kita harus memadukan teknologi dengan kearifan lokal. Dengan inovasi, kita bisa menciptakan tenaga kerja yang kompeten, berdaya saing, dan berkontribusi besar bagi pembangunan bangsa,” tegas Yassierli.

