Bandara Maumere Ditutup karena Abu Vulkanik Gunung Lewotobi, 501 Penumpang Terdampak
Poin Penting
|
MAUMERE, investortrust.id – Bandara Fransiskus Xaverius Seda di Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditutup sementara pada Senin (7/7/2025) mulai pukul 09.00 Wita hingga Selasa (8/7/2025) pukul 06.00 Wita. Penutupan ini disebabkan dampak abu vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur. Adapun jumlah calon penumpang yang terdampak sebanyak 501 orang.
Kepala Unit Penyelenggara Bandara Fransiskus Xaverius Seda Partahian Panjaitan menjelaskan, berdasarkan informasi Tim Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-Laki dan data satelit dari Darwin Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC), meski tidak terjadi erupsi, angin kencang di puncak gunung menyebabkan abu vulkanik tersebar dan mempengaruhi jalur penerbangan serta area approach bandara.
Baca Juga
Erupsi Gunung Lewotobi di NTT Batalkan 30 Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Bali
"Mempertimbangkan aspek keselamatan penerbangan, maka bandara ditutup sementara," kata Partahian dalam keterangan resmi, Senin (7/7/2025).
Adapun rute penerbangan yang terdampak, meliputi Wings Air dari Maumere menuju Kupang, Wings Air dari Labuan Bajo menuju Maumere dan NAM Air dari Maumere menuju Kupang. "Total jumlah calon penumpang yang terdampak sebanyak 501 orang," tambah Partahian.
Dia menjelaskan, pada pukul 11.05 Wita, terjadi erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 18.000 meter di atas puncak gunung. Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal, bergerak ke arah utara, timur laut, dan barat laut.
Baca Juga
Gunung Lewotobi Laki-Laki di NTT Erupsi dengan Kolom Abu Tertinggi Sejak 2023, Cek Zona Bahayanya
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Lukman F Laisa mengimbau operator penerbangan dan penyelenggara bandara untuk memberikan informasi terkini dan menanggapi penumpang sesuai regulasi, termasuk opsi reschedule, reroute, atau pengembalian dana penuh.
Lukman menegaskan pentingnya keselamatan penerbangan dan kenyamanan penumpang, serta koordinasi dengan pihak terkait untuk menyesuaikan operasional Bandara Fransiskus Xaverius Seda berdasarkan perkembangan situasi.
"Keselamatan penerbangan dan kenyamanan penumpang merupakan prioritas dalam penutupan atau pembukaan kembali operasional bandara. Kami berharap calon penumpang dapat memahami situasi force majeure ini," tutup Lukman.

