Sudah Masuk Juni, Apa Kabar Proyek PDN Cikarang?
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) memastikan Pusat Data Nasional (PDN) di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat akan segera beroperasi, meski kasus dugaan korupsi proyek Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) masih dalam proses hukum.
Staf Khusus Menteri Komdigi Bidang Komunikasi dan Politik, Arnanto Nurprabowo, memastikan operasional PDN Cikarang tetap berjalan sesuai jadwal. Saat ini, proyek tersebut sedang menyelesaikan proses sertifikasi dan standar kelayakan operasional.
“Kita dalam melengkapi standar layak operasi dalam waktu dekat. Kan ini sudah berjalan, tinggal sertifikasi dan layak operasinya saja segera dijalankan,” ujar Arnanto kepada wartawan di kantor Kemenkomdigi, Jakarta, Senin (2/6/2025).
Baca Juga
Dukung Pengusutan Kasus Korupsi PDNS, Meutya Hafid Copot 2 Pegawai Aktif Kemenkomdigi
Ia optimistis PDN bisa mulai beroperasi pada Juni 2025.
“Yang jelas sesegera mungkin. Insyaallah bulan Juni,” ucapnya.
Arnanto juga mengungkapkan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid berencana menggelar acara khusus di lokasi PDN Cikarang dalam waktu dekat, sebagai bagian dari persiapan peluncuran resmi.
Sementara itu, terkait kasus dugaan korupsi di proyek PDNS, Arnanto menyebut Kemenkomdigi telah menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.
“Kalau terkait kelanjutannya sudah ranah hukum, kita ikuti aturan yang berlaku saja dari aparat penegak hukum,” tambahnya.
Diketahui, PDN Cikarang telah melalui tahap serah terima pada Maret 2025 dan kini dalam tahap asesmen keamanan serta operasional oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Uji coba sistem dijadwalkan berlangsung sepanjang Juni 2025.
Sebelumnya, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria menampik operasional PDN Cikarang kembali mundur. Ia menyebut proses operasional saat masih bersifat bertahap, bukan tertunda.
Baca Juga
Wamenkomdigi Sebut PDN di Cikarang Sudah Mulai Uji Coba Secara Bertahap
Nezar menjelaskan, salah satu faktor yang menjadi pertimbangan adalah kebutuhan tenaga kerja bersertifikasi khusus untuk mengoperasikan fitur-fitur tertentu di PDN. Proses verifikasi dan kesiapan sumber daya manusia itu kini sedang dalam peninjauan oleh BSSN.
“Sebenarnya enggak mundur, tetapi gradual,” katanya beberapa waktu lalu.

