Densus 88 Ungkap Alasan Tak Kategorikan KKB Papua Sebagai Teroris
JAKARTA, Investortrust.id -- Kasubdit Kontra Naratif Direktorat Pencegahan Densus 88 Anti Teror Polri AKBP Mayndra Eka Wardhana mengungkapkan alasan tak mengkategorikan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sebagai kelompok teroris. Menurutnya KKB lebih tepat dikategorikan sebagai gerakan separatisme yang menginginkan adanya pemisahan dari Indonesia.
"Densus 88 tidak mengklaim bahwa KKB di Papua adalah salah satu pelaku terorisme. Karena KKB Papua melakukan separatisme, seperti di Pattani di Thailand Tenggara dan banyak negara lainnya," kata Mayndra dalam pemaparannya di acara diskusi terkait Global Terrorism Index (GTI) 2025 di Jakarta, Kamis (10/4/2025).
Mayndra kemudian menjelaskan perbedaan separatisme dan terorisme. Menurutnya tindak terorisme tidak menciptakan ideologi dan hanya punya motivasi untuk membuat terpisah dari NKRI. Hal itulah yang membuat jumlah serangan yang dicatat oleh Institute for Economics & Peace (IEP) dalam GTI 2025 berbeda dengan data Polri.
Data Polri mencatat, terdapat nol serangan teroris (zero terrorist attack) di Indonesia selama dua tahun berturut-turut dari tahun 2023-2024. Sedangkan GTI mencatat jumlah serangan teroris di dalam negeri mencapai 10 di tahun 2023 dan 20 di tahun 2024.
"Jadi ini masalah yang berbeda dalam perspektif kami. Dan KKB Papua ditangani oleh beberapa satuan tugas dan kami memiliki pendekatan yang berbeda dengan (menangani) terorisme," ucapnya.
Sementara itu Mayndra mengungkapkan, masih ada sejumlah teroris yang berhasil diamankan sepanjang tahun 2024. Ia merinci sebanyak 21 teroris dari kelompok Jemaah Islamiyah berhasil diamankan, kemudian sebanyak 18 orang Ansharut Daulah juga berhasil diamankan. Tidak hanya itu Densus 88 juga mengamankan sebanyak 3 orang MIT Sulawesi.
Sementara itu Mayndra mengungkapkan, masih ada sejumlah teroris yang berhasil diamankan sepanjang tahun 2024. Ia merinci sebanyak 21 teroris dari kelompok Jemaah Islamiyah berhasil diamankan, kemudian sebanyak 18 orang Ansharut Daulah juga berhasil diamankan. Tidak hanya itu Densus 88 juga mengamankan sebanyak 3 orang MIT Sulawesi.
"MIT itu hanya kelompok lokal dari konflik lokal. JI (Jemaah Islamiyah) dan kelompok teroris lainnya terlibat dalam konflik lokal itu, kemudian mereka juga mengembangkan satu organisasi kecil yang bernama MIT, dan sekarang masih ada tiga (orang) di penjara," ungkapnya. (C-14)

