Gibran Puji Respons Cepat Kepala Daerah Atasi Banjir
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka tak segan memuji kinerja kepala daerah dalam merespons adanya bencana banjir di wilayah Jawa Barat (Jabar). Dia pun memuji kepala daerah yang tegas menindak pihak-pihak perseorangan atau perusahaan yang dinilai tidak menaati peraturan sehingga menyebabkan terjadinya banjir.
"Saya senang sama kepala daerah yang berani dan hal-hal seperti itu harus tegas apalagi yang sudah, apa ya, perusahaan-perusahaan itu sudah tidak comply sama aturan, ini memang harus tetap tegas," katanya saat menghadiri Buka Puasa Bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jumat (14/3/2025).
Diketahui sejumlah wilayah di Jabar seperti Bekasi, Bogor hingga Sukabumi terkena bencana banjir pada 4 Maret 2025 lalu. Disebut Gibran, wilayah tersebut sangat terdampak sehingga membutuhkan penanganan khusus.
"Saya sangat apasiasi karena saya sendiri turun ke Bekasi, turun ke Subabumi, memang dampaknya luar biasa. Jadi saya sangat mengapresiasi tindakan berani dari Pak Gubernur," ujarnya.
Baca Juga
Gibran diketahui berkesempatan mewakili Presiden Prabowo Subianto untuk menghadiri sekaligus menyampaikan pidato dalam agenda Buka Puasa Bersama Kadin Indonesia. Dalam pidatonya dia mengingatkan agar para pengusaha, khususnya yang tergabung di Kadin, untuk senantiasa mengedepankan aspek sosial, lingkungan dan keberlanjutan.
"Bapak/Ibu dampak-dampak dari pemubahan iklim ini sudah ada di depan mata. Kekeringan, banjir, lalu kenaikan air laut, ini adalah ancaman yang nyata dan sudah di depan mata," sebut dia dalam pidatonya.
Pada kesempatan itu Gibran secara khusus memberikan pujian kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atas respons cepat sang kepala daerah dalam mengatasi banjir.
"Saya juga ingin mengapresiasi kepala-kepala daerah, Bapak-Ibu wali kota/gubernur yang sudah aktif untuk menjaga lingkungannya. Terutama kemarin yang paling viral adalah Gubernur Jawa Barat yang sudah sangat berani melakukan pergerakan untuk menertibkan beberapa bangunan yang tidak sesuai regulasi," ungkapnya.

