Bahas Isu Aktual, Presiden Bertemu Pemimpin Media di Hambalang
HAMBALANG, Investortrust.id— Setelah 20 bulan, Presiden Prabowo Subianto kembali bertemu dan berdiskusi dengan para pemimpin media massa di Hambalang, Jawa Barat, Sabtu (22/02/2025). “Alhamdulillah, hari ini saya berkesempatan kembali bersilaturahmi dengan rekan-rekan Pimpinan Redaksi (Pemred —Red) serta tokoh-tokoh senior media di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat,” kata Presiden dalam akun Instragamnya.
Setelah hampir 20 bulan sejak pertemuan terakhir pada 18 Juni 2023, tulis Presiden, akhirnya hari ini ia dan para pemimpin media kembali bertemu dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan selama enam jam.
“Kami berdiskusi dan bertukar pandangan mengenai berbagai isu serta kebijakan strategis, di mana media memegang peran penting sebagai ujung tombak penyampaian informasi yang utuh dan terpercaya kepada masyarakat,” tulis Presiden.
“Semoga pertemuan ini semakin memperkuat sinergi dan kontribusi media dalam membangun bangsa,” demikian harapan Presiden.
Bahas Berbagai Isu Aktual
Pertemuan di Hamblang, Sabtu (22/02/2025), diawali dan diakhiri dengan makan siang bersama. Kemudian diskusi digelar di ruang perpustakaan kediaman Prabowo. Presiden menjelaskan berbagai program yang sedang dan akan dijalankan, khususnya bagaimana cara mencapai target pertumbuhan ekonomi 8%.
“Akhirnya hari ini kami kembali bertemu dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan selama enam jam. Kami berdiskusi dan bertukar pandangan mengenai berbagai isu serta kebijakan strategis, di mana media memegang peran penting sebagai ujung tombak penyampaian informasi yang utuh dan terpercaya kepada masyarakat,” kata Prabowo.
Presiden menegaskan, ia optimistis, target yang sudah ditetapkannya akan tercapai, tentu dengan kerja keras dan dukungan berbagai pihak. Banyak potensi alam dan bangsa Indonesia yang dioptimalkan.
“Saya optimistis dan saya harap Anda juga optimistis akan masa depan Indonesia,” kata Presiden. Ia pun menjelaskan rinci program yang digulirkan, di antaranya, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah diujicobakan sebelum dilantik menjadi Presiden RI, 20 Oktober 2025.
Masalah ekonomi global dan domestik sudah menjadi kenyataan. “Saya menjadi Presiden untuk mengatasi persoalan itu, membawa bangsa Indonesia ke level kehidupan yang sejahtera. Itu tekad dan perjuangan saya,” ujarnya.
Untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi 8%, Presiden Prabowo meluncurkan program MBG, pembangunan 3 juta rumah, melanjutkan program hilirisasi dan digitalisasi, mendorong pembangunan industri manufaktur, membangun sektor pertanian dan industri pangan, membangun sektor energi, menggerakkan ekonomi perdesaan, membangun sektor pendidikan dan kesehatan, serta membentuk Danantara.
“Kita akan terus menarik investor asing untuk berinvestasi di Indonesia. Tapi, agar kita punya kedaulatan dan tidak tergantung pada asing, kita bentuk Danantara. Badan inilah yang nantinya mengelola dana besar untuk diinvestasikan di berbagai bidang,” jelas Presiden.
Apresiasi Pertemuan
Retno Pinasti, Pemred SCTV dan Indosiar sekaligus Ketua Forum Pemred Indonesia menyatakan dalam pertemuan tersebut berlangsung komunikasi dua arah untuk meluruskan isu yang berkembang.
“Inilah perlunya komunikasi dua arah yang lancar gitu ya, kita sih berharap ini lebih bisa clear untuk menghilangkan kesalahpahaman gitu, mungkin tidak hanya dengan media tetapi kalau kita lihat akhir-akhir ini, banyak sekali kesimpangsiuran, kesalahpahaman,” tutur Retno.
Sementara Irfan Junaedi sebagai Direktur Pemberitaan LKBN Antara menuturkan dari pertemuan dengan Prabowo ini diperoleh gambaran besar dari berbagai kebijakan yang dicanangkan Prabowo.
“Kita mendapatkan penjelasan apa sih yang menjadi dasar cerita di balik itu semua sehingga kita bisa tahu, oh kenapa program efisiensi atau rekonstruksi anggaran dijalankan. Ternyata memang ada rencana besar yang disiapkan untuk menyelamatkan anggaran negara ini,” kata Irfan.
“Kemudian, kenapa ada (program —Red) Makan Bergizi Gratis. Nah, menurut saya ini informasi yang sangat ‘fruitful’ sangat penuh gizi untuk kami-kami insan yang memang hari ke hari bekerja untuk menyebarkan informasi,” lanjutnya.
Adapun Yura Syahrul sebagai Pemimpin Redaksi Katadata menuturkan bahwa Prabowo dalam pertemuan itu menjelaskan secara gamblang dan komprehensif serta transparan berbagai kebijakaan strategis untuk pemerintahan saat ini dan di masa depan.
“Intinya, saya sangat mengapreasi pertemuan ini karena Presiden menjelaskan secara komprehensif dan transparan mengenai berbagai kebijakan strategis pemerintah saat ini dan ke depan. Beliau juga mau merespons pertanyaan mengenai berbagai isu yg berkembang saat ini kepada teman-teman pemred,” kata Yura.
KaburAjaDulu
Merespons pertanyaan tagar KaburAjaDulu, Presiden menjelaskan, kata kabur berkonotasi negatif. Kabur adalah tindakan orang penakut atau pengecut. Tindakan orang yang tidak mampu menghadapi masalah. Karena pengecut, seseorang kabur dari rumah, kabur dari sekolah, kabur dari perusahaan.
Presiden mengimbau anak muda Indonesia agar tidak kabur dari Indonesia. Generasi muda perlu dididik, mulai dari keluarga agar kelak tidak menjadi manusia pengecut. Generasi muda Indonesia harus menjadi generasi pemberani. “Kita bukan bangsa pengecut. Jika ada masalah, hadapi masalah itu. Fokus pada masalah itu cari solusi, dan selesaikan! Bukan mengabiskan waktu membahas problem dan kabur!” kata Presiden.
Tinggal di luar dengan tujuan luhur — yakni untuk mencari ilmu, pengalaman, dan mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan lebih baik— adalah keputusan yang baik, bahkan dianjurkan. Bagi yang hendak mencari pekerjaan, tempulah jalur formal, bukan kabur menjadi pekerja ilegal.
Dengan keterampilan dan keahlian tinggi, pekerja migran bisa mendapatkan gaji bagus di luar negeri. Orang India, China, Mexico, Filipina, dan berbagai negara mendapat banyak remitansi dari aktivitas sebagai pekerja migran. “Saya sudah bentuk Kementerian Perlindungan Pekerja Migran agar semua orang Indonesia yang hendak menjadi pekerja migran dipersiapkan dan disalurkan secara legal,” jelas Presiden.
Belajar di luar negeri sangat dianjurkan. Pemerintah pun membantu anak Indonesia berbakat untuk mendapat kesempatan belajar di luar negeri dan kembali ke Indonesia membangun Tanah Air. “Setelah mendapatkan ilmu dan pengalaman, pulanglah ke Tanah Air, kampung halaman. Karena “harta karun” ada di sini, di Tanah Airmu, kampung halamanmu,” jelas Presiden.
Prabowo lama belajar di luar negeri, mulai dari Sekolah Dasar hingga SLTA. Mengikuti orangtua, ia tinggal berpindah-pindah dari Kualalumpur, Singapura, Swiss, hingga London dan masuk AKABRI di Magelang. “Saya juga lama belajar di luar negeri dan kemudian pulang ke Tanah Air,” jelas Presiden.

