Kena Efisiensi Anggaran, Menteri P2MI Prioritaskan Pemulangan Pekerja Migran
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) tidak ketinggalan terkena kebijakan efisiensi anggaran yang diteken oleh Presiden Prabowo Subianto. Menteri P2MI Abdul Kadir Karding buka suara terkait dengan hal itu.
"Kalau kami (Kementerian P2MI) dari anggaran Rp 490 miliar, dipotong Rp 207 miliar," katanya ditemui usai menghadiri Munas & Konbes NU di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (5/2/2025).
Dihadapkan dengan situasi tersebut Karding mengaku pihaknya tidak ambil pusing. Meski terkena efisiensi anggaran, ia memastikan Kementerian P2MI akan tetap memprioritaskan layanan bagi para pekerja migran, utamanya dalam proses pemulangan.
"Kita lagi berusaha semaksimal mungkin agar jangan sampai mempengaruhi itu tapi kalau harus mempengaruhi, ya kita mau bilang apa?" jelasnya.
Selanjutnya, mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu menjelaskan, Kementerian P2MI akan melakukan penyesuaian biaya operasional. Di antaranya seperti pengurangan biaya listrik, jamuan sampai dengan menekan anggaran bahan bakar kendaraan dinas para pejabar eselon II.
“Operasional ya, mulai dari listrik, AC, jamuan-jamuan, dan sebagainya, semua lagi kita susun, ada nanti termasuk penjemputan, bensinnya teman-teman, eselon II, semua kita kurangi,” ungkapnya.
Seperti diketahui, efisiensi anggaran di setiap kementerian dan lembaga telah diarahkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Efisiensi anggaran tersebut diketahui memangkas beberapa pos anggaran, seperti di antaranya adalah anggaran seremonial, perjalanan dinas hingga alat tulis kantor.

