Hadiri Festival Pecinan TMII, Pj Gubernur Berpesan Agar Jakarta Jadi Rumah Seluruh Budaya dan Agama
JAKARTA, investortrust.id – Pejabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi menghadiri Festival Pecinan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan berpesan agar Jakarta menjadi kota bagi seluruh budaya dan agama.
Dalam sambutannya, Teguh mengapresiasi jajaran Direksi TMII dan seluruh pemangku kepentingan terkait, yang berkolaborasi merayakan Tahun Baru Imlek melalui Festivall Pecinan.
“Kita sudah bertekad mewujudkan Jakarta ini bisa menjadi rumah untuk seluruh warga, seluruh agama dan inilah toleransi harus kita juga jaga. Mari kita wujudkan Jakarta sebagai pusat budaya dan juga pusat sejarah Indonesia,” tegas dia di TMII, Rabu (29/11/2025).
Apalagi, Teguh mengingatkan bahwa Jakarta sedang mencoba bertransformasi menjadi kota global dan tengah menyongsong usia ke-500 atau lima abad sebagai sebuah kota.
Perayaan Imlek pun dinilai memiliki makna mendalam, sebagai perwujudan rasa syukur atas rezeki yang diberikan sepanjang tahun. Sekaligus simbol harapan masyarakat akan keselamatan, kemakmuran, dan kesejahteraan di tahun yang baru.
Festival tersebut juga bertujuan melestarikan tradisi dan budaya masyarakat Tionghoa di Indonesia, yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keberagaman agama masyarakat Indonesia.
Baca Juga
Mengusung tema akulturasi budaya Tionghoa Peranakan Nusantara, Festival Pecinan ini merepresentasikan tradisi budaya Tionghoa peranakan, yang telah berpadu dengan budaya lokal khususnya Betawi.
Akulturasi tersebut, tercermin dalam berbagai wujud, mulai dari kesenian, pakaian khas, dan kuliner di lingkup budaya Betawi.
“Salah satu tradisi budaya Tionghoa yang telah berakulturasi budaya Betawi, kemarin Pemerintah Provinsi baru saja melaksanakan Festival Bandeng Rawa Belong Tahun 2025,” sambung Teguh.
Festival itu juga merupakan hasil akulturasi dengan budaya Betawi, khususnya tradisi mengantar Bandeng untuk menyambut Tahun Baru Imlek.
Tradisi tersebut mencerminkan kebersamaan dan penghormatan, melalui hantaran ikan bandeng yang menjadi simbol atas doa dan harapan, baik untuk perlindungan serta kemakmuran di tahun baru, khususnya Imlek.

