Harus Seimbang, Komdigi Terbuka Terima Masukan Kebijakan AI
Reporter: Saliki Dwi Saputra
JAKARTA, Investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sangat terbuka dengan masukan terkait kebijakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Komdigi menegaskan komitmennya untuk mengawal pengembangan AI di Indonesia.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan pentingnya pengawasan dan keseimbangan baik terhadap kebebasan berekspresi, perlindungan hak cipta, serta pengawasan ketat terhadap penerapan AI.
“Kita belajar dari pengalaman negara lain, seperti Eropa, yang telah lebih dulu mengembangkan kebijakan untuk mengelola AI. Dari situ, kita bisa mengambil pelajaran berharga untuk merumuskan kebijakan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia,” kata Meutya dilansir dari laman resmi Komdigi, Selasa (7/1/2025).
Diketahui, Eropa menjadi contoh pengelolaan AI yang seimbang antara inovasi dan pengawasan. Komdigi menggandeng Kementerian Digital dan Perhubungan Jerman bekerja sama dalam berbagai aspek termasuk kebijakan digital, kebijakan data, teknologi digital, hingga inklusi digital lewat penandatanganan MoU oleh kedua menteri pada acara International Digital Dialogue Conference 2024.
Baca Juga
Ketua Dewan Pers Soroti Pentingnya Berpikir Kritis di Era Kecerdasan Buatan
Fokus kerja sama mencakup pembangunan infrastruktur ekonomi digital, aksesibilitas internet, proses dan tata kelola internet, transformasi digital berkelanjutan, serta upaya meningkatkan literasi media dan digital dalam masyarakat. Kerja sama ini juga membahas mengenai strategi menghadapi tantangan digital dan memanfaatkan peluang dari teknologi seperti AI.
“Kemajuan teknologi memberikan ruang kebebasan berekspresi dan kreativitas, tetapi juga tidak boleh mengabaikan perlindungan terhadap kekayaan intelektual dan kepentingan masyarakat luas,” tegas Menkomdigi.
Oleh sebab itu, ke depan Komdigi terbuka bagi masyarakat untuk memberikan masukan terkait kebijakan AI. Menkomdigi menekankan bahwa pendekatan yang diambil akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak.
Baca Juga
Menkomdigi Meutya Hafid Blokir 104.819 Situs Judi Online dalam 2 Pekan
“Kami sedang meramu kebijakan yang tidak hanya berbasis data dan regulasi, tetapi juga mempertimbangkan rasa dan kepentingan bersama. Kami ingin memastikan bahwa AI membawa manfaat besar bagi Indonesia, sambil tetap melindungi kepentingan masyarakat luas,” tutupnya.
Melalui kolaborasi dan pendekatan seimbang, Indonesia berpeluang besar untuk menjadi salah satu pemain dalam ekosistem AI global, dengan tetap menjaga prinsip inklusivitas dan tanggung jawab sosial.

