Kemenkes: Program Makan Bergizi Gratis Harus Penuhi Prinsip Gizi Seimbang
JAKARTA, investortrust.id – Tim Kerja Standar Kecukupan Gizi dan Mutu Pelayanan Gizi Kesehatan Ibu dan Anak (SKGMP) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan masukan mengenai asupan gizi untuk program makan bergizi gratis (MBG). Pada prinsipnya, MBG harus memenuhi prinsip gizi seimbang.
“Kebutuhan energinya 20-25% dari total kalori yang dikonsumsi dalam sehari. Mungkin posisi MBG ini mengganti makan siang atau makan pagi, 20-25% untuk makan pagi, kalau makan siang 30-35%,” ujar Ketua Tim Kerja SKGMP Kemenkes, Mahmud Fauzi dalam diskusi publik Efek Pengganda Program Makan Bergizi Gratis yang ditayangkan secara daring, Kamis (17/10/2024).
Baca Juga
Menurut Fauzi, kebutuhan protein untuk seporsi makanan dalam program MBG yaitu 10-15% dari energi makan siang atau makan pagi. Kebutuhan lemak berkisar 20-30% dari energi makan siang atau makan pagi.
“Dan waktu makan bisa antara waktu pagi atau makan siang. Anak-anak SD untuk makan pagi, yang lebih dewasa untuk makan siang,” kata dia.
Mahmud Fauzi menjelaskan, ada durasi tertentu dalam pemberian MBG kepada anak didik. Makan bergizi gratis untuk para siswa bisa diberikan lima kali dalam sepekan. “Dan bisa juga dilakukan pada durasi tertentu yang memberi dampak kepada kesehatan,” ucap dia.
Baca Juga
Kepala Badan Gizi Ungkap Alasan Perubahan Nama Makan Siang Gratis Jadi Makan Bergizi Gratis
Fauzi mengingatkan, pemberian MBG harus memperhatikan kelengkapan gizi. Sumber kalori, protein hewani dan nabati, buah dan sayur, serta minuman harus diambil dari sumber pangan lokal.
Durasi pemberian MBG untuk anak Sekolah, kata Mahmud Fauzi, adalah enam bulan. “Dengan catatan perlu dilakukan evaluasi untuk anak overweight setiap empat minggu sekali,” ujar dia.

