Proyek Giant Sea Wall Hadapi Tantangan Pendanaan, AHY Ajak Pengusa Ikut Investasi
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan pembangunan proyek giant sea wall atau tanggul laut raksasa menghadapi keterbatasan anggaran, sehingga dibutuhkan perhitungan strategis nasional (PSN) ini secara cermat.
"Kita selalu dihadapkan pada keterbatasan anggaran, baik dari APBN maupun sumber-sumber lainnya," kata AHY saat sesi doorstop di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (28/11/2024).
Meski demikian, AHY menekankan tidak ingin berkomentar terlalu cepat terkait pembangunan tersebut. Kemenko bersama Kementerian Pekerjaan Umum serta pemerintahan daerah Jakarta akan terlebih dahulu menghitung kembali secara lebih cermat nilai proyek ini.
Baca Juga
Segini Estimasi Biaya Pembangunan Giant Sea Wall di Pesisir Utara Jakarta
"Yang jelas tanggul-tanggul sementara saat ini terus dibangun dan akan dituntaskan. Tetapi, Giant Sea Wall merupakan keniscayaan yang harus dipersiapkan dari sekarang dan proyek ini akan bersifat jangka panjang dengan kebutuhan anggaran besar," ujar dia.
Proyek tersebut, ungkap dia, difokuskan pada wilayah Jakarta. Namun tidak menutup kemungkinan perencanaan jangka panjang akan diperluas hingga wilayah Cirebon, lalu Jawa Tengah, bahkan Jawa Timur.
"Saya mengundang putra-putri bangsa untuk bisa berinvestasi dan sekaligus menyelamatkan saudara-saudara kita yang terdampak langsung terhadap bencana banjir rob," tutup AHY.
Dalam pemberitaan investortrust.id sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pembangunan giant sea wall di wilayah Jakarta terdiri atas tiga fase, yaitu pembangunan tanggul fase A, B, dan C.
Baca Juga
Dalam proses pembangunannya, muncul estimasi detail pendanaan yang dibutuhkan. Pada pembangunan tanggul fase A dibutuhkan anggaran setidaknya Rp 16,1 triliun. Biaya Pembangunan tanggul fase B bisa mencapai Rp 148 triliun.
Namun Airlangga tidak menjelaskan estimasi biaya untuk pembangunan tanggul C. Jika dijumlahkan, anggaran yang dibutuhkan untuk membangun tanggul fase A hingga fase B berjumlah Rp 164,1 triliun.
“Ini total cost yang diperkirakan untuk wilayah Pantura. Ini hanya untuk tanggul saja. Banyak proyek yang bisa kita kembangkan dari sini,” kata Airlangga.

