Rahmat Bastian Ungkap 10 Kiat Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat dan Komunitas Alumni
JAKARTA, investortrust.id – Dengan pengalaman lebih dari dua dekade di dunia hukum, kepemimpinan organisasi, dan pengabdian masyarakat, Rahmat Bastian membagikan 10 kiat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan komunitas alumni perguruan tinggi, seperti Ikatan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (ILUNI FHUI) ke depan.
Rahmat Bastian yang kini masih menjabat sebagai CEO PT Kalimatera Kotawaringin Rahmat (KKR) dan Direktur Chindospore ini menyebutkan bahwa 10 kiat tersebut berpotensi membuat ILUNI FHUI bisa menciptakan dampak sosial yang luas dan berkelanjutan tak hanya bagi alumni saja.
Keseriusan Bang RB, panggilan akrab Rahmat Bastian, didukung dengan riset yang dilakukan terhadap 20 kampus terbaik dunia dalam mengelola dan mengembangkan asosiasi alumni, yang dikombinasikan dengan pengamatan, active listening, dan terjun langsung dalam membantu sesama alumni FHUI.
Baca Juga
Iluni FEB UI dan BEI Gelar IMS 2024 Besok, Ini Deretan Pembicaranya
“Saya telah mendapatkan banyak bantuan, dukungan, dan pembelajaran saat menjadi mahasiswa FHUI, sehingga saya terpanggil untuk giving back to campus and community. Baik secara pribadi, bersama tim, maupun melalui ikatan alumni nanti, saya percaya asosiasi alumni sangat penting tidak hanya sebagai jembatan antara universitas dan lulusannya, tetapi juga sebagai kekuatan dalam menciptakan dampak sosial yang luas dan berkelanjutan. Inilah panggilan saya untuk kemudian mencalonkan diri sebagai kandidat Ketua Umum ILUNI FHUI periode 2024-2027,” terang alumnus Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) angkatan 1992 ini
Berikut 10 kiat dari Rahmat Bastian dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan komunitas alumni melalui optimalisasi ikatan alumni. Pertama, Pembangunan jaringan profesional untuk membantu alumni dalam berkarir dan mengembangkan usaha sosial mereka, serta berkolaborasi dalam proyek-proyek bisnis.
Kedua, Pemberdayaan Sosial dan Filantropi dengan berperan aktif dalam program filantropi yang berfokus pada dampak sosial. Ketiga, Program Mentorship, yaitu menghubungkan alumni dengan mahasiswa dan alumni muda untuk memberikan bimbingan dalam karir dan kehidupan sosial.
Baca Juga
Hasan Nasbi Lantik 6 Jubir Kantor Komunikasi Kepresidenan, Ada Ujang Komaruddin dan Dedek Prayudi
Keempat, Pengembangan Kepemimpinan dan Pendidikan Berkelanjutan, yaitu menyediakan pelatihan kepemimpinan dan pendidikan lanjutan untuk alumni. Kelima, Pelibatan dalam Kegiatan Pengabdian Masyarakat, yaitu alumni dapat terlibat dalam kegiatan sosial yang berdampak langsung pada masyarakat. Keenam, Kolaborasi dengan Organisasi Nonprofit untuk mendukung perubahan sosial yang positif, antar alain memberikan bantuan medis, pengembangan ekonomi dan pendidikan.
Ketujuh, dia mengatakan, Inovasi Sosial dan Kewirausahaan dengan memfasilitasi inovasi sosial dengan mendukung usaha kewirausahaan alumni yang memiliki dampak sosial positif. Kedelapan, Advokasi untuk Kebijakan Sosial dengan menjadi agen perubahan dengan mempengaruhi kebijakan sosial dan politik. Kesembilan, Peningkatan Akses dan Kesetaraan dengan mempromosikan keberagaman dan inklusivitas di kalangan alumni dan masyarakat. Dan kesepuluh, Membangun Kembali Komunitas dan Rekonsiliasi dengan memainkan peran penting dalam rekonsiliasi sosial dan membangun kembali komunitas pasca-konflik, antara lain dengan memfasilitasi dialog dan kolaborasi.

