Dear Pengemudi, Waspadai Hal Ini untuk Hindari Kecelakaan saat Libur Nataru
JAKARTA, investortrust.id - Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mengingatkan para pengemudi yang bepergian pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) untuk berhati-hati agar tidak mengalami kecelakaan selama perjalanan.
Ketua Umum MTI, Tory Damantoro menyebut, umumnya angka kecelakaan meningkat beriringan dengan bertambahnya volume lalu lintas. Maka dari itu ada beberapa hal yang perlu diwaspadai agar terhindar dari kecelakaan.
“Potensi kecelakaan yang diwaspadai pertama adalah kelelahan. Setelah berkegiatan di tempat wisata, baliknya biasanya sudah pada lelah, kena macet, nah ini yang bisa menjadi faktor kecelakaan,” kata Tory dalam Konferensi Pers Catatan Akhir Tahun MTI 2023, Rabu (27/12/2023).
Lebih lanjut Tory menyebut faktor selanjutnya yang mesti diwaspadai adalah cuaca. Perubahan iklim dinilai menyebabkan cuaca menjadi lebih ekstrem, di mana hujan turun lebih deras, jalanan pun menjadi lebih licin. Sedangkan faktor ketiga adalah peningkatan jumlah volume lalu lintas.
Baca Juga
Pemudik Nataru 2023/2024 Naik 24%, Peningkatan Terbesar di Angkutan Laut
MTI mencatat, penyebab utama terjadinya kecelakaan adalah faktor manusianya. Tory pun mengimbau kepada para pengemudi untuk tidak memaksakan diri jika memang sudah merasa lelah. Apalagi kini sudah banyak rest area ataupun tempat-tempat pemberhentian yang lain.
“Kemudian kalau ada pengaturan lalu lintas, tolong diikuti. Jangan kemudian coba-coba melakukan ‘manuver-manuver’ tertentu yang malah membahayakan diri sendiri dan orang lain,” ujar Tory Damantoro.
Berdasarkan catatan MTI, angka kecelakaan di sepanjang 2023 ini mencapai 116 ribu, meningkat 6,8% dibandingkan tahun lalu. Jumlah kecelakaan tersebut didominasi oleh sepeda motor yang mencapai hampir 70%.
MTI juga menyampaikan, terjadi peningkatan kecelakaan yang cukup drastis di Provinsi Bali dan Kalimantan Timur. Ini lantas menjadi perhatian MTI karena di daerah-daerah yang mungkin sedang berkembang termasuk daerah wisata ternyata justru mengalami peningkatan kecelakaan.
“Makanya MTI mendorong pemerintah daerah menyediakan angkutan wisata. Jadi itu angkutan yang bisa memudahkan masyarakat mengunjungi objek-objek wisata. Kami sudah pernah bahas dengan Pemprov Bali, di Jakarta kita juga sudah sempat bahas,” terang Tory.
Baca Juga
Pelindo Layani 994.866 Pemudik Sejak H-15 Libur Nataru, Naik 10,76%

