Prabowo: Penyaluran Subsidi Harus Manfaatkan Teknologi Digital
JAKARTA, investortrust.id – Presiden Prabowo Subianto menyatakan teknologi digital harus dimanfaatkan untuk memastikan subsidi yang disalurkan oleh pemerintah tepat sasaran.
Hal tersebut disampaikan oleh Prabowo dalam pidato pertamanya sebagai Presiden RI k-8 di hadapan Sidang Paripurna MPR Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Periode 2024-2029 di Komplek Parlemen, Jakarta Pusat, Minggu (20/10/2024).
“Kita harus berani meneliti, dan kalau perlu kita rubah subsidi itu harus langsung (kepada) keluarga-keluarga yang membutuhkan itu. Dengan teknologi digital kita akan mampu sampai subsidi itu, sampai ke setiap keluarga yang membutuhkan," katanya.
Baca Juga
Presiden Prabowo: Indonesia Bisa Swasembada Pangan 4-5 Tahun ke Depan
Prabowo menyebut masih banyak masyarakat Indonesia yang membutuhkan subsidi dari pemerintah. Tentunya, pemberian subsidi tersebut harus diawasi dengan baik agar sampai ke tangan yang memang berhak mendapatkannya.
"Saudara-saudara sekalian, juga semua subsidi, bantuan kepada rakyat kita yang masih dalam keadaan susah, harus kita yakin subsidi subsidi itu sampai kepada mereka yang membutuhkan," tegasnya.
Baca Juga
Prabowo dan Kabinet Indonesia Maju Akan Ikut Lepas Kepulangan Jokowi ke Solo
Dalam pidato pertamanya sebagai presiden, Prabowo juga menyinggung beberapa program pemerintahannya, seperti swasembada pangan dan swasembada energi. Selain itu, dia juga menyebut program makan bergizi gratis untuk anak-anak usia sekolah. "Saudara-saudara anak-anak kita semua harus bisa makan bergizi, minimal 1 kali sehari, dan itu akan kita lakukan dan itu bisa kita lakukan," ujarnya.
Lebih lanjut, Prabowo mengatakan kekayaan alam yang dimiliki oleh Indonesia belum dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini tecermin dari masih banyaknya masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan.
“Terlalu banyak saudara-saudara kita yang berada di bawah garis kemiskinan, terlalu banyak anak-anak yang berangkat sekolah tidak makan pagi, terlalu banyak anak kita yang berangkat sekolah tidak makan pagi. Terlalu banyak anak-anak kita yang tidak punya pakaian untuk berangkat sekolah,” tuturnya.

