Ketua MPR Ahmad Muzani Minta Pemerintah Proaktif Cegah Meluasnya Konflik Timur Tengah
JAKARTA, investortrust.id - Ketua MPR, Ahmad Muzani meminta pemerintah proaktif mencegah meluasnya konflik di Timur Tengah. Indonesia, kata Muzani, harus menggunakan pengaruhnya agar konflik di Timur Tengah tidak meluas yang dapat berdampak buruk bagi situasi global.
Hal itu disampaikan Muzani dalam pidato perdananya seusai dilantik sebagai ketua MPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/10/2024).
Baca Juga
Jadi Ketua MPR, Muzani Ajak Seluruh Wakil Rakyat Hidup Sederhana
"Dari mimbar yang terhormat ini, atas nama Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, atas nama bangsa Indonesia dan rakyat Indonesia, kami mohon dengan hormat, agar pemerintah Republik Indonesia menggunakan pengaruhnya untuk mencegah agar eskalasi tersebut tidak meluas dan tidak sampai merambat ke mana-mana," kata Muzani.
Dikatakan, eskalasi konflik di Timur Tengah terus meningkat dan meluas. Indonesia, katanya, bisa menggunakan pengaruhnya melalui forum Gerakan Non-Blok, G-20, APEC, dan OKI.
"Karena itu pengaruh yang kita miliki, baik di Non-Blok, di G-20, di APEC, di OKI, MPR mendorong agar pemerintah Republik Indonesia menggunakannya untuk mencegah peperangan yang lebih luas, dan menciptakan Palestina yang lebih merdeka," katanya.
Di sisi lain, Muzani menegaskan bangsa Indonesia harus tetap memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Ditekankan, kemerdekaan Palestina merupakan amanah sejarah yang dipikul sejak Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955 yang melahirkan Dasasila Bandung. Namun, sampai sekarang, amanah itu belum terwujud.
"Kita juga harus tetap memperjuangkan kemerdekaan palestina sebagai sebuah komitmen yang tetap kita junjung tinggi," tegas Muzani.
Baca Juga
Jadi Pimpinan MPR Termuda, Anak Menkumham Punya Harta Rp 12,1 Miliar
Dalam kesempatan ini, Muzani mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung upaya-upaya pemerintah mencegah konflik di Timur Tengah makin meluas dan memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
"Saya mengajak semua elemen masyarakat, termasuk media, lembaga swadaya masyarakat, akademisi, untuk bersinergi dalam menyuarakan kepentingan rakyat Palestina, kita harus berkolaborasi untuk memastikan bahwa suara mereka didengar, dan diperjuangkan mendapatkan dukungan internasional yang kuat," kata Muzani.

