Telan Biaya US$ 10,8 Miliar, Proyek Bali Urban Subway Mulai Digarap
JAKARTA, investortrust.id - Proyek Bali Urban Subway fase pertama dan kedua dengan target investasi awal US$ 10,8 miliar resmi dimulai yang ditandai dengan pelaksanaan Upacara Ngeruwak pada Rabu (4/9/2024).
Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PT Sarana Bali Dwipa Jaya (SBDJ), Ari Askhara dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis (5/9/2024).
Ari menyatakan, proyek ini mengedepankan konsep pembangunan berkelanjutan yang sejalan dengan nilai-nilai Tri Hita Karana, yakni menjaga keseimbangan hubungan dengan Sang Pencipta, sesama manusia, dan alam.
Baca Juga
"Dalam mewujudkan komitmen ini, Bali Urban Subway akan menggunakan konstruksi infrastruktur bawah tanah yang dinilai paling sesuai dengan kondisi geografis dan budaya Bali, serta menjaga keasrian lingkungan," katanya.
Dia melanjutkan, nilai investasi awal proyek Bali Urban Subway mencapai US$ 10,8 miliar yang dikembangkan dalam empat fase. ''Total nilai investasi untuk kedua fase pertama mencapai US$ 10,8 miliar dan untuk keseluruhan empat fase bisa mencapai US$ 20 miliar,'' imbuh Ari.
Pembangunan fase pertama terdiri atas rute Bandara I Gusti Ngurah Rai - Kuta Sentral Parkir -Seminyak - Berawa - Cemagi dengan total panjang 16 kilometer (km) dan fase kedua dari rute Bandara I Gusti Ngurah Rai - Jimbaran - Unud - Nusa Dua sepanjang 13,5 km.
Sedangkan, fase ketiga dan keempat masih dalam tahap studi kelayakan (feasibility study/FS). ''Pembangunan Fase Bandara Ngurah Rai ke Kuta Sentral Parkir ditambah keseluruhan Fase 2 diharapkan selesai pada akhir kuartal II-2028 dan untuk keseluruhan Fase 1 dan Fase 2 akan beroperasi penuh pada akhir 2031,'' ungkap Ari.
Baca Juga
Tren Kereta Perkotaan Terus Meningkat, KAI Bidik Angkut 2,5 Juta Penumpang di Tahun 2025
Ari turut menyampaikan, pengerjaan fase pertama diperkirakan akan lebih lambat, karena kondisi bawah tanah yang berbatu keras. Sedangkan fase kedua akan lebih cepat dikarenakan kondisi tanahnya adalah kapur atau aluvial, sehingga mudah untuk proses pengeborannya.
Sebagai informasi, Upacara Ngeruwak merupakan sebuah prosesi umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa, memohon anugerah dan lindungan-Nya sekaligus menghaturkan doa kepada alam agar pembangunan proyek Bali Urban Subway berjalan dengan lancar.
Baca Juga
Kunjungan Wisatawan Mancanegara Periode Juli 2024 Naik 9,42%, Begini Pandangan Kemenparekraf
Pada kesempatan yang sama, Managing Director SBDJ, Pasek Senjaya menanggapi kekhawatiran masyarakat mengenai risiko gangguan pada sumur pipa bor air tanah akibat pelaksanaan proyek ini, khususnya pada ruang bawah tanah.
''Kami akan bekerja sama dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk meningkatkan kapasitas sistem penyediaan air minum kepada rumah-rumah di sekitar jalur pembangunan Bali Urban Subway ini,'' tandasnya.

