Anggaran Makan Bergizi Gratis Diprediksi Membengkak
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membacakan Nota Keuangan untuk pengantar RAPBN 2025, Jumat (16/8/2024). Dalam pembacaan Nota Keuangan tersebut Jokowi memaparkan delapan program presiden dan wakil presiden terpilih, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Salah satu program yang muncul dalam pembacaan Nota Keuangan tersebut yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini masuk sebagai strategi jangka pendek dan menengah untuk mengakselerasi transformasi ekonomi.
“MBG diarahkan untuk meningkatkan gizi anak sekaligus memberdayakan UMKM dan meningkatkan ekonomi masyarakat kecil di daerah. Program MBG dilakukan secara bertahap, diselaraskan dengan kesiapan teknis dan kelembagaan, serta tata kelola yang akuntabel,” kata Jokowi, di gedung MPR/DPR, Jakarta.
Dalam Buku II Nota Keuangan, selain bermanfaat dari sisi ekonomi, MBG diharapkan mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Pemerintah mengklaim, MBG dapat menjadi bagian meningkatkan kualitas modal manusia. Selain tentu saja melalui pendidikan bermutu dan kesehatan yang berkualitas, serta perlindungan sosial.
Baca Juga
Ada Program Makan Siang Gratis, 3 Program Kemensos Tak Dapat Alokasi Anggaran di 2025
“Program MBG rencananya akan diimplementasikan secara bertahap hingga mencakup seluruh jenjang pendidikan (PAUD hingga SMA/sederajat) di berbagai wilayah kabupaten/kota dengan mempertimbangkan kesinambungan fiskal,” tulis dokumen tersebut, diakses Minggu (18/8/2024).
Program ini, tertulis di dokumen tersebut, menyasar pendidikan umum hingga pesantren. MBG akan diberikan dalam bentuk makanan bergizi dan susu gratis.
Targetnya, program MBG ini diarahkan untuk tiga hal. Pertama, mendorong kehadiran siswa di sekolah sehingga kualitas pembelajaran meningkat. Kedua, mengurangi angka absensi atau putus sekolah. Ketiga, dampak positif ke kesehatan dan prestasi akademis para siswa.
Seperti dalam pidato Jokowi, program MBG akan digelar secara bertahap. Menilik dokumen yang diperoleh investortrust.id, pada tahap awal MBG akan diprioritaskan untuk peserta didik prasekolah atau PAUD dan peserta didik sekolah dasar dan sekolah menengah di kabupaten atau kota yang memiliki status stunting dan kemiskinan tinggi.
“Kemudian secara bertahap, program MBG akan diperluas ditujukan bagi peserta didik pada seluruh jenjang pendidikan (prasekolah, pendidikan dasar, pendidikan menengah, baik umum maupun keagamaan) hingga menjangkau lebih banyak wilayah kabupaten/kota,” tulis dokumen itu.
Tingkatkan Ekonomi
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut MBG tak menjelaskan bagaimana anggaran program ini diletakkan. Dia menyebut anggaran sebesar Rp 71 triliun belum ditetapkan dalam kementerian/lembaga (K/L).
“Jadi nanti akan kami lihat dan sinkronkan bagaimana tim dari presiden terpilih menyusun program itu, apakah sudah menetapkan dalam bentuk program, di mana eksekutornya dan siapa. Itu nanti akan menentukan bagaimana alokasi Rp 71 triliun. Kalau belum, ya berarti dia (anggaran) dicadangkan dalam BA BUN (Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara)” kata Sri Mulyani di kantor Ditjen Pajak Kemenkeu, Senin (24/6/2024).
Terlepas dari masih “abu-abunya” eksekusi anggaran MBG, pemerintah menyebut program makan yang awalnya bernama makan siang gratis ini dilakukan melalui UMKM lokal. Buku Nota Keuangan II 2025 menyebut UMKM lokal akan menjadi unit penyedia makanan atau dapur umum peserta didik penerima manfaat.
Baca Juga
Sri Mulyani Pastikan RAPBN 2025 Akomodasi Program Makan Bergizi Gratis
Keterlibatan UMKM lokal ini diharapkan meningkatkan kualitas SDM dan penyerapan tenaga kerja. Dengan rancangan anggaran sebesar 0,29% dari PDB, termasuk biaya makanan, distribusi, dan operasional lembaga yang menangani program MBG.
“Sedangkan tenaga kerja yang diharapkan dapat terserap untuk pelaksanaan program ini adalah 0,82 juta pekerja. Dengan jumlah tersebut, Program MBG diharapkan dapat menyumbang peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 0,10% pada tahun 2025,” tulis dokumen tersebut.
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengkhawatirkan anggaran posisi MBG yang mengambil porsi anggaran pendidikan. Pada 2025, anggaran pendidikan meningkat 24,3% dibanding tahun lalu menjadi Rp 722,6 triliun.
“Ini yang jadi pertanyaan, bagaimana efek ke belanja pendidikan rutin seperti gaji honorer, sampai UKT mahasiswa di perguruan tinggi negeri?” kata Bhima melalui pesan singkat ke investortrust.id.
Bhima mewanti-wanti anggaran program MBG ini tidak berkebalikan tujuan dengan peningkatan kecerdasan siswa sekolah. “Jangan sampai tujuannya kontradiktif antara meningkatkan kecerdasan siswa sekolah, tapi banyak tujuan pendidikan yang meleset karena anggarannya digunakan untuk makan bergizi gratis,” ujar dia.
Dalam Buku Nota Keuangan II 2025, anggaran pendidikan akan diarahkan untuk mendukung visi Indonesia Maju 2045. Terdapat delapan arah kebijakan yang akan difokuskan.
Fokus pertama yaitu peningkatan akses pendidikan pada seluruh jenjang pendidikan melalui perluasan wajib belajar dan bantuan pendidikan. Kedua, peningkatan kualitas lulusan pendidikan menengah dan tinggi yang berdaya saing.
Ketiga, penanaman kesadaran hak asasi manusia (HAM), moderasi beragama pada semua jenjang pendidikan. Keempat, peningkatan kualitas sarana prasarana untuk mendukung kegiatan belajar mengajar terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar, serta penguatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan.
Keenam, penguatan pendidikan vokasi dengan pasar tenaga kerja (link and match). Ketujuh, peningkatan investasi di bidang pendidikan antara lain melalui pemberian beasiswa dan dukungan riset. Serta kedelapan, peningkatan kualitas pembelajaran dengan pemberian makanan bergizi.
Program MBG menjadi salah satu program yang ditunggu publik. Jokowi, sehari sebelum membacakan Nota Keuangan 2025 telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024 tentang Badan Gizi Nasional. Pada beleid yang diakses, badan ini akan menyelenggarakan fungsi perumusan dan kebijakan teknis, serta pemantauan gizi nasional.
Badan ini akan menggunakan APBN dan sumber lain untuk pelaksanaan fungsi Badan Gizi Nasional. "Dalam rangka pemenuhan gizi nasional, Pemerintah perlu melakukan upaya untuk mengatur tata kelola tercukupinya konsumsi yang aman dan bergizi bagi masyarakat," tulis dokumen tersebut.
Dalam sesi diskusi daring “RAPBN di Masa Transisi: Apa Saja yang Harus Diantisipasi?” peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Ariyo D.P Irhamna menyebut Jakarta dan Bali menjadi dua provinsi yang mampu mencapai target prevalensi stunting pada 2022, yaitu di bawah 15%. Masing-masing dari provinsi itu mencatatkan 14,3% dan 8%.
Melihat data tersebut, Ariyo mengkalkulasi ulang perkiraan biaya MBG di 26 provinsi. Dia menyebut menggunakan harga makanan sebesar Rp 7.500 per porsi, terdapat kenaikan signifikan biaya MBG untuk 46.235.848 siswa dari jenjang PAUD hingga SMA.
“Kalau kita exclude Jakarta dan Bali, maka alokasi Rp 84 triliun,” ujar Ariyo, Minggu (18/8/2024).
Ariyo mengatakan, hitungan itu akan terlihat semakin besar karena perhitungan yang dia gunakan hanya menggunakan satuan biaya porsi. “Belum termasuk logistik dan personel,” ujar dia.
Untuk itu, Ariyo mendesak Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran untuk menjelaskan pos anggaran dan konsep mengenai MBG. “Publik menanti dan market akan melihat early indicator, penjelasan dari program yang akan dilaksanakan ini,” kata dia.
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, yang juga Ketua Tim Gugus Tugas Sinkronisasi, menjelaskan program MBG memang sudah disinkronisasi saat penyusunan APBN 2025. Program ini dipastikan akan dilaksanakan pada pemerintahan Prabowo-Gibran.
Baca Juga
Program Makan Bergizi Gratis Dipastikan Masuk Program Jangka Pendek dan Menengah APBN 2025
Meski demikian, Dasco memahami anggaran yang sudah ditetapkan tersebut masuk pos mana saja. “Kita tahu masuknya di sektor mana, nanti pemerintah yang mengumumkan,” kata Dasco, saat ditemui Jumat (16/8/2024).
Sore harinya, setelah konferensi pers Nota Keuangan, bendahara negara mengatakan program MBG akan dijelaskan tim makanan bergizi gratis.
“Nanti akan dijelaskan dari tim makanan bergizi gratis yang saat ini terus disempurnakan, tujuannya untuk menciptakan anak yang cerdas tapi juga multiplier ekonomi lokal juga akan ditekankan yaitu UMKM-nya makin berdaya dan ekonomi daerah bisa bergerak,” ujar Sri Mulyani.

