Jokowi Serahkan Nasib Joni Pemanjat Tiang Bendera kepada Panglima TNI
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan nasib Joni yang gagal masuk TNI kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Hal itu disampaikan Jokowi menanggapi pertanyaan wartawan di sela kegiatannya di Ibu Kota Nusantara (IKN), Rabu (14/8/2024).
"Semua ada aturannya. Serahkan kepada Panglima," kata Jokowi dikutip dari Antara.
Pada 2018 silam, Joni yang saat itu masih duduk di bangks SD viral di media sosial karena aksi heroiknya memanjat tiang bendera saat upacara HUT RI di Kabupaten Belu. Joni memanjat tiang untuk menyelamatkan bendera merah putih yang talinya terlilit.
Baca Juga
Lantik 906 Perwira Remaja TNI-Polri, Jokowi: Jadilah Pembelajar yang Cepat
Aksi itu membuat Joni diundang Presiden Jokowi ke Istana Negara. Dalam pertemuan itu, Jokowi sempat bertanya mengenai cita-cita Joni.
Menjawab pertanyaan Jokowi, Joni mengaku ingin menjadi tentara. Jokowi langsung menyampaikan kepada Joni agar langsung bertemu dengan panglima TNI dan dijanjikan akan langsung diterima masuk TNI.
Joni pun mengikuti proses seleksi penerimaan bintara TNI AD setelah lulus SMA pada 2024. Joni dinyatakan tidak lulus saat seleksi awal yang dilakukan oleh Ajenrem 16104/Wirasakti Kupang. Alasannya karena tinggi badannya tidak ideal atau sesuai dengan syarat masuk TNI.
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjutaksecara menegaskan Joni wajib menjalani tes kelayakan sebagai anggota TNI.
"Jadi, Joni masih harus mengikuti seleksi untuk menjadi anggota TNI," kata Maruli setelah meninjau bakti sosial di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang, Kota Batam, Kepulauan Riau, beberapa waktu lalu.
Baca Juga
Jokowi Tak Paksakan ASN Pindah ke IKN September, Ini Alasannya
Untuk diterima sebagai tentara itu, kata Maruli, ada tiga hal penting yang harus dipenuhi, yakni tentang psikotes, mental ideologi, dan kesehatan. Jika ketiga poin tadi terpenuhi dan bagus, akan menjadi prioritas untuk diterima.
Tiap tes, menurut Maruli, penting untuk menghasilkan tentara yang berkualitas, sanggup menjalankan tugas di tengah situasi apa pun seperti tes kesehatan, dan psikotes untuk mengecek kemampuan calon anggota TNI mampu mengendalikan stres. Saat ini, kata Maruli, Joni yang bernama lengkap Joni Ande Kala (19) itu sedang mengikuti seleksi lanjutan untuk dicek kesehatan dan psikotesnya.

