Weebly, WordPress, dan DuckDuckGo Diblokir, Ini Alasan Kemenkominfo
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyatakan pemblokiran Weebly, WordPress, dan DuckDuck Go yang sempat memicu amarah warganet merupakan kesalahan teknis yang tidak disengaja.
Sebagai catatan, Weebly adalah platform pembuatan situs (website builder) yang digunakan untuk membangun blog atau situs. Demikian halnya dengan WordPress yang diklaim sebagai website builder dengan pengguna terbanyak di dunia hingga 70 juta situs atau blog.
Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) Kemenkominfo Usman Kansong mengatakan Weebly dan Wordpress terblokir setelah pihaknya melakukan pemantauan situs perjudian daring (judi online). Kemudian terjadi kesalahan teknis yang membuat kedua situs tersebut akhirnya tidak bisa diakses.
“Ada kesalahan teknis. Terblokir istilah lebih tepatnya. Awalnya ada beberapa situs judi online yang bersembunyi di subdomain WordPress dan ada pemblokiran untuk situs judi online tapi bukan situs WordPress-nya,” katanya ketika dihubungi oleh Investortrust pada Senin (5/8/2024).
Baca Juga
Usman mengeklaim Weebly dan WordPress sudah dipulihkan tak lama setelah terblokir. Sementara itu, untuk DuckDuckGo masih diblokir oleh Kemenkominfo lantaran hasil pencariannya menayangkan situs pornografi dan judi online.
DuckDuckGo adalah mesin pencari yang menggunakan informasi dari berbagai alamat situs, seperti situs web urun sumber (crowdsourced) layaknya Wikipedia dan bermitra dengan mesin pencari lain seperti Yandex, Yahoo, Bing, dan WolframAlpha untuk memperkaya hasil pencariannya.
“Kita blokir DuckDuckGo selain banyak judi online dan pornografi dalam hasil search engine-nya, juga karena dia tidak terdaftar sebagai penyelenggara sistem elektronik (PSE),” tuturnya.
Pemblokiran situs oleh Kemenkominfo karena kesalahan teknis bukan kali pertama terjadi. Situs pemendek tautan atau lokator sumber seragam (Universal Resource Locator/URL) Bit.ly terlebih dahulu mengalami hal tersebut.
Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika (Dirjen Aptika) Kemenkominfo Semuel Abrijani Pengerapan menyebut pemendek tautan seperti Bit.ly kerap digunakan oleh situs judi daring untuk menghindari pemblokiran. Dia menyebut yang seharusnya diblokir bukan Bit.ly, tetapi tautan situs judi online yang dibagikan menggunakan Bit.ly.
Baca Juga
“Mungkin saat itu, teman-teman keselip saat menyusun domainnya. Seharusnya Bit.ly itu dicari dulu turunannya. Harusnya di-klik dulu bukan Bit.ly-nya yang diblokir,” katanya ketika ditemui di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (16/5/2024).
Dirjen Aptika yang sudah mengundurkan diri karena insiden Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 itu mengatakan tautan situs judi online banyak yang disebarluaskan dengan Bit.ly. Tautan tersebut disebarluaskan lewat layanan pesan instan (Short Message Service/SMS) dan aplikasi pesan instan.
“Mereka sudah punya metode baru kerjanya, sudah enggak berani langsung publish [publikasi tautan] di Google. Karena bisa dicari dan pasti tertangkap. Pakai shortener [pemendek tautan] dan disebar lewat broadcast [kirim pesan sekaligus],” ungkapnya.

