Surya Paloh Restui Tokoh Perempuan Jadi Ketua Umum Nasdem
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh, membuka kesempatan bagi tokoh perempuan untuk memimpin partai yang bermarkas di Gondangdia, Jakarta itu. Surya Paloh menyatakan restunya terhadap tokoh perempuan untuk menjadi pemimpin merupakan wujud komitmen Partai Nasdem dalam apsek kesetaraan.
Baca Juga
"Iya, bisa aja, jadi tidak ada halangan, ketua umum partai bisa aja misalnya, presiden juga udah ada perempuan apalagi ketum partai," ungkap Surya Paloh saat ditemui di Nasdem Tower, Jakarta, Kamis (25/7/2024).
Meski demikian Surya Paloh memberikan sinyal hal tersebut tidak terjadi dalam waktu dekat, atau pada kongres tahun ini. Diketahui sebelumnya, Nasdem akan melangsungkan kongres ke-III yang berlangsung pada 25-27 Agustus 2024 mendatang.
"Ya kalau memungkinkan, satu ketika barang kali ketika kongres yang akan datang ada kaum perempuan (menjadi ketum)," ucapnya.
Ketika ditanya soal figur yang layak untuk memimpin Nasdem dari kalangan perempuan, Surya Paloh juga enggan berkomentar lanjut. Ia mengatakan Nasdem memiliki banyak kader-kader perempuan yang memiliki kapabilitas sekaligus potensial.
"Banyak (figur perempuan), saya sudah lupa saking banyaknya," tegasnya.
Restu Surya Paloh ini bermula dari pidatonya dalam Simposium Perempuan yang berlangsung Kamis (25/7/2024) pagi sebagai salah satu rangkaian pra kongres-III Partai Nasdem. Dalam pidatonya, Surya memuji peran perempuan, khususnya sejumlah tokoh pejuang nasional.
"Menurut saya kaum perempuan bukan hanya sebagai pelengkap, tapi sekarang penentu sebenarnya yang bisa membawa arah kemajuan dalam berbagai pembangunan seluruh aspek kehidupan," kata Surya Paloh dalam pidatonya.
Baca Juga
Nasdem Sebut Anies dan Kaesang Belum Jodoh di Pilkada Jakarta 2024
Kemudian, Nasdem merupakan partai modern yang tidak lagi mempermasalahkan persoalan gender.
"Saya menyatakan selayaknya pun kalau perlu memang kaum perempuan yang memimpin kaum pria di partai ini," tegas Surya Paloh.
Mekanisme Pergantian Ketum di Kongres Partai Nasdem
Diberitakan, Partai Nasdem akan menggelar kongres III pada 25-27 Agustus 2024 mendatang. Adapun kongres tersebut rencananya akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan ditutup oleh presiden terpilih Prabowo Subianto.
Pada umumnya, kongres partai lekat dengan agenda pergantian ketua umum (ketum). Terkait dengan hal itu, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Nasdem Willy Aditya memberikan jawaban.
Menurut Willy, anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) Nasdem mengamanatkan penunjukkan ketum dipilih oleh majelis tinggi. Ia menjelaskan mekanisme pergantian ketua umum harus diawali dari aspirasi peserta kongres yang kemudian akan dibawa pada sidang majelis tinggi.
"Nah nanti majelis tinggi menyampaikan keputusan sidang mereka dan akan dibacakan di kongres," kata Willy dalam konferensi pers di Nasdem Tower, Jakarta, Jumat (28/6/2024).
Diketahui anggota majelis tinggi Nasdem terdiri atas Jan Darmadi, Lestari Moerdijat, Djafar Assegaf, Teuku Bahri Anwar, dan Karli Boenjamin. Ia mengatakan DPP masih akan mendengar aspirasi yang disampaikan pengurus dari tingkat struktur dewan pimpinan daeran (DPD) dan dewan pimpinan wilayah (DPW) terkait usulan pergantian ketum.
"Jadi kabupaten/kota dan provinsi nanti di dalam laporan mereka itu yang nanti disampaikan usulannya," tuturnya.
Namun demikian ia mengatakan sejauh ini tidak ada pembahasan baik dari DPP maupun steering committee (SC) yang berkaitan dengan isu pergantian ketum.

