Kapal Pinisi Bakal Hadir di Teluk Balikpapan untuk Dongkrak Pariwisata IKN
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melihat adanya potensi pariwisata laut di Ibu Kota Nusantara (IKN), tepatnya di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur. Ia mengungkapkan, akan menyediakan beberapa kapal pinisi di teluk tersebut untuk transportasi para tamu maupun wisatawan yang bakal hadir saat upacara HUT ke-79 Kemerdekaan Indonesia di IKN.
"Kita lihat bahwa Teluk Balikpapan itu sangat indah, dan saya pikir kalau nanti ada tamu, wisatawan membuat IKN menjadi berwarna, ke IKN naik bis listrik, naik ART, di laut kita akan menyediakan beberapa (kapal) pinisi, sehingga masyarakat bisa menggunakan (kapal) pinisi itu, baik untuk transportasi maupun pariwisata," kata Budi Karya saat ditemui di Stasiun LRT Harjamukti, Cibubur, Jawa Barat, Minggu (14/7/2024).
Baca Juga
Sebelumnya, Budi Karya mendukung rencana pelayaran kapal pinisi untuk wisata menuju IKN di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Menurutnya, langkah ini penting untuk memperkenalkan IKN kepada masyarakat luas, terlebih lagi potensi wisata di perairan Balikpapan sangat menarik untuk dinikmati.
“Potensi wisata di perairan Balikpapan yang masih hijau dan alami sangat mengagumkan dan sayang sekali apabila tidak dimaksimalkan. Karena itu, hari ini saya meninjau Pelabuhan Punggur, Pelabuhan ITCI, dan Pusat Suaka Orangutan yang rencananya akan menjadi rute pelayaran kapal pinisi untuk kepentingan wisata di wilayah Balikpapan, khususnya untuk menuju kawasan IKN,” ujar Budi Karya dalam keterangan tertulis yang diakses pada Minggu (14/7/2204).
Ia menambahkan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Ditjen Hubla Kemenhub) telah menetapkan dua rute untuk layanan kapal phinisi, yakni dari Pelabuhan Semayang – Jembatan Pulau Balang (passing) – Dermaga PT ITCI KU (memutar) – Pelabuhan Semayang.
Kemudian untuk rute yang berkebalikan, yakni Dermaga PT ITCI KU – Jembatan Pulau Balang (passing) – Pelabuhan Semayang (memutar) – Dermaga PT ITCI KU.
Total waktu pelayaran diperkirakan selama 3 jam 30 menit. Sepanjang perjalanan, lanjut Budi Karya, wisatawan nantinya bisa menikmati beragam pengalaman menarik, mulai dari wisata kuliner, mengunjungi gedung serba guna dan jembatan Pulau Balang yang estetik, hutan bakau, penangkaran orangutan, hingga melihat hewan endemik lainnya, seperti ikan pesut, bekantan, hingga buaya.
“Saat berada di wilayah IKN, wisatawan nantinya bisa menikmati city tour di kawasan inti pusat pemerintahan menggunakan kendaraan ramah lingkungan. Ini tentu akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi para wisatawan,” imbuhnya.
Budi Karya juga telah mengajak Asosiasi Pengusaha Pelayaran Niaga Nasional Indonesia (INSA) untuk bekerja sama dalam pengadaan kapal pinisi di IKN.
Baca Juga
Komisioning Mulai Berjalan, PUPR Bidik Air Bersih IKN Terdistribusi di Pekan Ini
Budi Karya juga menuturkan, jalur laut bisa memangkas waktu dari Balikpapan menuju IKN dibanding menggunakan transportasi darat. Dengan demikian, wisatawan punya waktu lebih banyak waktu untuk menikmati pengalaman di Ibu Kota baru tersebut.
Budi Karya berharap penyediaan layanan angkutan laut untuk wisata ini bisa memberikan pengalaman yang unik bagi para wisatawan.
“Satu hal yang tak kalah penting, semoga langkah ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian daerah sekaligus dalam rangka melestarikan budaya maritim tanah air,” katanya.

