Menhub Bidik Angkut 50 Penumpang dengan 4 Kapal Pinisi di IKN
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menargetkan angkut 50 penumpang dengan empat armada kapal pinisi milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni yang ditugaskan berlayar di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) guna mendorong sektor pariwisata di Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Ada (target) 50 orang, kita ada empat kapal nanti di sana (IKN),” kata Budi Karya saat ditemui di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Kamis (1/8/2024).
Ia turut menyampaikan, Pelni diproyeksikan akan terus mendukung mobilisasi baik penumpang maupun logistik di IKN ke depannya.
Baca Juga
Tingkatkan Konektivitas di Indonesia Timur, Pelni Diapresiasi Menhub
“Nggak usah ke depan, sekarang saja sudah mulai masuk, di antaranya dia (Pelni) punya kapal pinisi yang kami tugaskan di sana (IKN). Jadi enggak usah nunggu, sekarang sudah jalan seperti beberapa pelabuhan yang di sana (IKN), sudah berfungsi untuk suplai logistik IKN,” ujar Budi Karya.
Budi Karya menyebutkan, kapal pinisi yang ditugaskan untuk berlayar di IKN akan terus beroperasi hingga IKN rampung dikerjakan, termasuk memastikan kelancaran transportasi dan logistik selama proses pembangunan berlangsung.
“Sehingga pada saat di IKN beroperasi menjadi suatu hal yang continuous dari apa yang dilakukan saat ini,” imbuh dia.
Sebelumnya diberitakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menggandeng Pelni untuk mengoperasikan Kapal pinisi di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur pada Kamis (1/8/2024).
“Kita tahu Balikpapan memiliki destinasi wisata, ada konservasi orangutan, ada penangkaran buaya, ini bagian dari satu kegiatan pariwisata. Kami nanti akan kolaborasi dengan pemerintah provinsi maupun OIKN,” kata Menhub beberapa waktu lalu.
Baca Juga
Pelni Bidik Angkut Penumpang Sampai 5,5 Juta Orang Hingga Akhir Tahun 2024
Budi Karya pun mengharapkan, kerjasama pembelian layanan atau buy the service (BTS) ini dapat menjadi stimulasi, sehingga ke depan akan semakin banyak operator kapal yang tertarik untuk melakukan pelayaran komersil di IKN.
Dia turut menyampaikan rencana kolaborasi pengelolaan transportasi di KIPP IKN bersama dengan pemerintah provinsi maupun Otorita IKN (OIKN).
“Kemenhub tengah menyiapkan Automatic People Mover System (APMS) atau teknologi pemantauan pergerakan di OIKN yang ditargetkan selesai dalam waktu dekat,” ungkap Budi Karya.
Sebelumnya, Menhub melihat adanya potensi pariwisata laut di IKN, tepatnya di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur. Ia mengungkapkan, akan menyediakan beberapa kapal pinisi di teluk tersebut untuk transportasi para tamu maupun wisatawan yang bakal hadir saat upacara HUT ke-79 Kemerdekaan Indonesia di IKN.
"Kita lihat bahwa Teluk Balikpapan itu sangat indah, dan saya pikir kalau nanti ada tamu, wisatawan membuat IKN menjadi berwarna, ke IKN naik bis listrik, naik ART, di laut kita akan menyediakan beberapa (kapal) pinisi, sehingga masyarakat bisa menggunakan (kapal) pinisi itu, baik untuk transportasi maupun pariwisata," kata Budi Karya saat ditemui di Stasiun LRT Harjamukti, Cibubur, Jawa Barat, Minggu (14/7/2024).
Budi Karya turut mendukung rencana pelayaran kapal pinisi untuk wisata menuju IKN di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Menurutnya, langkah ini penting untuk memperkenalkan IKN kepada masyarakat luas, terlebih lagi potensi wisata di perairan Balikpapan sangat menarik untuk dinikmati.
“Potensi wisata di perairan Balikpapan yang masih hijau dan alami sangat mengagumkan dan sayang sekali apabila tidak dimaksimalkan. Karena itu, hari ini saya meninjau Pelabuhan Punggur, Pelabuhan ITCI, dan Pusat Suaka Orangutan yang rencananya akan menjadi rute pelayaran kapal pinisi untuk kepentingan wisata di wilayah Balikpapan, khususnya untuk menuju kawasan IKN,” ujar Budi Karya.
Ia menambahkan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Ditjen Hubla Kemenhub) telah menetapkan dua rute untuk layanan kapal phinisi, yakni dari Pelabuhan Semayang – Jembatan Pulau Balang (passing) – Dermaga PT ITCI KU (memutar) – Pelabuhan Semayang.
Baca Juga
Pelni Bidik Laba Bersih Rp 250 Miliar di Tahun 2024, Begini Strateginya
Kemudian untuk rute yang berkebalikan, yakni Dermaga PT ITCI KU – Jembatan Pulau Balang (passing) – Pelabuhan Semayang (memutar) – Dermaga PT ITCI KU.
Total waktu pelayaran diperkirakan selama 3 jam 30 menit. Sepanjang perjalanan, lanjut Budi Karya, wisatawan nantinya bisa menikmati beragam pengalaman menarik, mulai dari wisata kuliner, mengunjungi gedung serba guna dan jembatan Pulau Balang yang estetik, hutan bakau, penangkaran orangutan, hingga melihat hewan endemik lainnya, seperti ikan pesut, bekantan, hingga buaya.
“Saat berada di wilayah IKN, wisatawan nantinya bisa menikmati city tour di kawasan inti pusat pemerintahan menggunakan kendaraan ramah lingkungan. Ini tentu akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi para wisatawan,” pungkas dia.

