Makan Bergizi Gratis ala Prabowo, Ombudsman: Program Bagus!
JAKARTA, investortrust.id - Anggota Ombudsman Yeka Hendra Fatika menilai makan bergizi gratis yang dicanangkan presiden terpilih Prabowo Subianto merupakan program yang bagus. Namun, penilaian tersebut harus dibarengi dengan sejumlah catatan.
Yeka menjelaskan, Ombudsman melihat makan bergizi gratis dapat bermanfaat dengan asumsi pemerintah dapat mengurai ancaman beban dan masalah yang menghantui implementasi program itu. Ia juga meminta agar makan bergizi gratis tidak mengurangi kewajiban pemerintah terhadap program bantuan yang sudah berjalan.
"Jadi ini prosesnya adalah pengayaan dan mengoptimalkan dari bantuan sosial yang selama ini tidak efektif ini bisa di switch ke program ini," kata Yeka saat ditemui di kantornya, Jumat (14/6/2024).
Lembaga pengawas pelayananan publik itu memandang, program makan bergizi gratis apabila diimplementasikan dengan konsep tata kelola yang tepat akan menimbulkan multiplier effect positif di tengah masyarakat. Menurutnya program makan bergizi gratis dapat mendorong terbangun close subsystem.
Melalui program makan bergizi gratis. diharapkan rantai pasok produk pangan lokal dapat bergerak. Hal ini karena kebutuhan pangan mulai dari beras, telur, daging hingga sayur untuk makan bergizi gratis diproduksi daerah yang sama.
"Kalau seperti ini maka saya pikir program ini akan baik bagi masyarakat," tandas Yeka.
Sebelumnya, presiden terpilih Prabowo Subianto menyatakan program makan bergizi gratis tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kesehatan anak-anak. Lebih dari itu diharapkan mampu menjadi growth driver atau pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam wawancara eksklusif dengan TvOne bertajuk "Prabowo Subianto Bicara untuk Indonesia" yang disiarkan beberapa waktu lalu.
Prabowo menjelaskan program yang dicetus dengan istilah makan siang gratis itu lebih tepat disebut makan bergizi gratis. Hal ini untuk menyesuaikan dengan jadwal anak sekolah yang masuk pagi dan pulang siang hari pukul 11-12 siang.
"Setelah kita pelajari ternyata istilah tepat itu adalah makan bergizi gratis untuk anak-anak. Itu lengkapnya. Karena kalau anak SD masuk pagi, dia kalau menunggu makan siang kan terlalu lama. Jadi harus makan pagi, makanya kita ubah," kata Prabowo.
Prabowo menegaskan program tersebut akan sangat menentukan masa depan bangsa Indonesia karena saat ini banyak anak yang mengalami malnutrisi. Bahkan, Prabowo menyebut sebanyak 25% anak Indonesia mengalami kekurangan gizi.
"Ini sangat menentukan untuk masa depan bangsa Indonesia. Anak-anak kita adalah masa depan kita dan tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian anak-anak kita malnutrisi. Hitungannya kira-kira hampir 25% anak-anak kita mengalami kurang gizi. Ini sangat memprihatinkan," ungkapnya.

