Akan Ada Menara BUMN Setinggi 778 Meter di IKN? Ini Kata Menteri PUPR
JAKARTA, investortrust.id – Belakangan beredar sebuah wacana bahwa di Ibu Kota Nusantara di Penajam Passer, Kalimantan Timur, bakal dibangun menara setinggi 778 meter. Menara yang nantinya akan disiapkan untuk markas Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan disebut-sebut akan bernama Menara BUMN, dikabarkan akan dibangun oleh investor pengembang Burj Al Khalifa.
Menanggapi hal ini, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menyampaikan bahwa sejatinya wacana pembangunan menara setinggi 778 meter di IKN tersebut muncul ketika mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ikut serta dalam ‘glamorous camping’ (glamping) bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) di IKN.
“Itu waktu dulu melakukan glamping dua kali sebelum (groundbreaking) kemarin. Nah, waktu itu Pak Ridwan Kamil pertama ikut, ngobrol-ngobrol malam itu,” kata Basuki saat ditemui di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Jumat (7/6/2024). Saat itulah, kata Basuki muncul wacana pembangunan ‘Tower’ BUMN di IKN.
Kendati demikian, Basuki tidak menjelaskan secara spesifik kapan glamping tersebut dilakukan. Sebab, sebelum berkunjung ke IKN pada Maret 2024, Ridwan Kamil sudah dua kali berkunjung di IKN yakni pada Maret 2022 sewaktu masih menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat dan di bulan November 2023. Dalam kunjungannya pada November 2023, Ridwan Kamil diundang khusus untuk melihat langsung progres pembangunan IKN.
Baca Juga
Kementerian PUPR Akan Bangun 91 Hunian untuk Relokasi 2.086 Ha Lahan IKN
Basuki menambahkan, pemerintah masih dalam proses diskusi seputar wacana tersebut. Kementerian PUPR, kata Basuki, tengah mendiskusikan rencana tersebut dengan Kementerian BUMN. “Lagi tahap diskusi (dengan) Menteri BUMN,” tambah dia.
Dalam kesempatan yang sama, Basuki juga menepis isu bahwa Menara BUMN tersebut akan digarap oleh pendiri Emaar Properties sekaligus pemilik Burj Khalifa, Mohamed Ali Rashed Alabbar. Ia menerangkan, tujuan kedatangan Alabbar adalah proyek yang berbeda.
“Oh, enggak ada hubungannya (dengan kedatangan pendiri Emaar Properties),” tutur Basuki.
Sebagai informasi, kabar Menara BUMN itu akan menjadi gedung tertinggi se-Asia Tenggara (ASEAN). Menara tersebut akan dibangun di atas lahan seluas lebih dari 20.000 meter persegi bersama elemen lain seperti hotel, community center, masjid, retail area, museum, hingga pusat budaya.
Tak hanya itu, Menara ini nantinya akan dilengkapi dengan teknologi transportasi canggih yang akan mempersingkat waktu bepergian masyarakat. Di samping itu, berdasarkan desain yang ditampilkan, Tower BUMN akan memiliki sebuah Plaza Ceremonial yang akan menjadi pusat aktivitas masyarakat yang akan menyaksikan sebuah prosesi upacara dan hiburan.

