Konsultan-Broker Properti Dukung Pemecahan Kementerian PUPR
JAKARTA, investortrust.id - Konsultan dan Broker Properti mendukung rencana pemerintahan baru era Prabowo Subianto yang kabarnya akan memecah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Menurut mereka, ini akan menjadi hal positif bagi sektor properti.
Ketua Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI), Lukas Bong menyebutkan, di era Kementerian PUPR sekarang ini pemerintah lebih condong menggarap proyek pekerjaan umum. Sementara untuk sektor perumahan rakyatnya dinilai menjadi terbengkalai.
“Memang kita lihat, rezim sebelumnya itu kelemahannya mengenai PUPR. Harusnya PU terpisah dengan PR. Jadi kita lihat stagnannya properti di Tanah Air ada pengaruh dari sana juga,” kata Lukas Bong saat ditemui di Energy Building, Rabu (29/5/2024).
Lukas Bong menerangkan bahwa pemerintahan di negara-negara tetangga memiliki Menteri Perumahan Rakyat-nya sendiri. Dengan demikian, sektor properti bisa terus berkembang.
Baca Juga
“Dengan adanya susunan kabinet baru mendatang, harapannya kita memang PU dengan PR harusnya dipisah. Ada menteri khusus yang mikirin untuk kebutuhan perumahan bagi rakyat. Jadi kita menyambut positif untuk itu,” ujar dia.
Senada dengan Lukas Bong, CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda juga mendukung pemecahan Kementerian PUPR. Menurutnya diperlukan juga kementerian yang mengurus masalah perkotaan, terpisah dari kementerian yang menangani pekerjaan umum dan infrastruktur.
“Kalau kementerian nanti hanya mengurusi perumahan saja maka itu belum cukup. Karena yang namanya sektor perumahan ada dalam pengembangan perkotaan. Kita waktu itu sempat (mengusulkan) kementerian perumahan rakyat dan perkotaan karena itu lebih luas lagi,” terang Ali.
Dengan dipecahnya Kementerian PUPR, Ali menilai hal tersebut dapat membuat sektor perumahan kembali menjadi fokus utama.
“Ini juga harusnya menjadi titik awal atau entry point bagaimana Kementerian Perumahan Rakyat ini nantinya lebih fokus untuk mengurusi perumahan bagi masyarakat," sebut dia.

