Pemerintah Diminta Tak Lupakan Kota Penyangga IKN
JAKARTA, investortrust.id - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang memiliki konsep smart forest city mendapat sambutan baik dari para akademisi. Namun, pembangunan IKN diharapkan juga diiringi dengan pengembangan kota-kota penyangga di sekitarnya.
Guru besar dari Universitas Mulawarman, Esti Handayani Hardi menyebutkan, pihaknya telah melakukan riset dan pendampingan di beberapa wilayah di penyangga IKN. Esti berharap bukan hanya IKN yang mendapat perhatian dari pemerintah.
Baca Juga
“Untuk wilayah-wilayah penyangga, kami juga mendorong untuk pengembangan yang sama. Kita inginnya keberadaan IKN ini bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia, terutama untuk masyarakat yang ada di wilayah Kalimantan Timur,” kata Esti Handayani dalam media briefing 1st International Conference on Forest City bertema "Restoring Tropical Forest and Biocultural Diversity in Urban and Peri-Urban Area" yang digelar secara daring, Selasa (28/5/2024).
Sebagai informasi, IKN dibangun di Kalimantan Timur, tepatnya di Kabupaten Penajam Paser Utara, yang kemudian diperluas mencakup sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara. Esti pun berharap agar kota-kota penyangga di sekitar IKN bisa berkembang lebih jauh lagi.
“Jadi Samarinda, Balikpapan, Kutai Timur, Bontang, dan wilayah-wilayah yang selama ini sudah develop sangat bagus, dengan adanya IKN menjadi sebuah trigger tersendiri untuk mengembangkan wilayah itu lebih besar lagi,” ujar dia.
Senada dengan Esti Handayani, Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman, Rudianto Amirta juga berharap, wilayah-wilayah di sekitar IKN mendapat perlakuan yang sama. Khususnya terkait dengan dengan covering area hijau.
“Tentu keberadaan IKN dengan smart forrest city dan komitmen mempertahankan tutupan lahannya itu bisa menjadi bagian yang juga berimbas dalam pola dan pengembangan kewilayahan yang ada di kota-kota penyangga,” sebut Rudianto.
Baca Juga
Kementerian PANRB Siapkan 100.000 CASN Bertalenta Digital di IKN
Selain itu, Rudianto juga berharap agar dari sekarang pemerintah pusat dan daerah bisa melakukan sinkronisasi dalam pembangunan, baik infrastruktur, residensial, ruang-ruang hijau, kawasan konservasi, dan lain-lain agar inklusivitasnya menjadi bagian yang utuh dan bersatu.
“Bukan hanya IKN saja yang canggih, serba hijau, serba baik, tapi juga kawasan penyangga yang memberikan dukungan yang mungkin sekarang mengalami ekspos, tapi juga bisa menjadi bagian yang kita pulihkan bersama,” terangnya.

