Pastikan Arus Mudik Lancar, Kementerian BUMN Tinjau ‘Command Center’ Jasa Marga
BEKASI, investortrust.id – Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo meninjau Jasa Marga Tollroad Command Center (JTMC) guna memastikan kesiapan pemantauan arus mudik dan balik Lebaran tahun 2024/1445 H. Kartika Wirjoatmodjo, kerap disapa Tiko, menyampaikan bahwa peninjauan dilakukan untuk memastikan kelancaran, kenyamanan, hingga keselamatan pemudik selama Lebaran 2024.
“Dari tahun ke tahun, Jasa Marga terus meningkatkan teknologi untuk prediksi dan akurasi data lalu lintas, dengan menggunakan radar, dengan menggunakan CCTV. Sehingga bisa memprediksi arus lalu lintas, dan memberikan informasi kepada publik melalui Travoy (aplikasi). Dan yang paling penting bisa melakukan rekayasa lintas secara proaktif, misalnya di prediksi akan terjadi kemacetan, langsung dilakukan rekayasa bersama-sama dengan Korlantas dan (Kementerian) Perhubungan,” kata Tiko di JTMC Jasa Marga, Jatiasih, Bekasi pada Kamis (4/4/2024).
Perlu diketahui, JTMC mengembangkan Intelligent Transport System (ITS) dalam bentuk aplikasi, yakni ‘Travoy’. Aplikasi yang digunakan di JTMC merupakan aplikasi pemantauan kondisi lalu lintas yang disebut JID atau Jasa Marga Integrated Digitalmap.
Baca Juga
Jangan Berangkat Dulu! Siapkan Hal Ini Sebelum Menempuh Perjalanan Mudik
Adapun beberapa fitur di JID yang digunakan oleh JMTC seperti kecepatan lalu lintas per segmen, informasi gangguan lalu lintas dan rekayasa lalu lintas, traffic counting radar, monitoring antrean gerbang tol, MIDAS (deteksi gangguan) dan berbagai fitur lain yang seluruhnya bersifat real time.
“Travoy adalah salah satu aplikasi kita untuk sebagai sumber informasi kepada pengguna jalan. Aplikasi ini menyiapkan seluruh informasi dari pre-journey, on-journey, maupun post-journey. Jadi aplikasi Travoy ini, seluruh informasi yang diputuhkan pengguna jalan terkait rest area, kondisi jalan tol, rekayasa lalu lintas, itu semua bisa dilihat, termasuk CCTV ataupun tarif tol, itu semua bisa dilihat di Travoy,” jelas Direktur Operasi Jasa Marga Tollroad Operator (JMTO), Yoga Tri Anggoro.
Dengan aplikasi Travoy, lanjut Yoga, pengguna jalan tol bisa merencanakan perjalanan mudik dan memantau kepadatan rest area, harga tarif tolnya, CCTV, kondisi lalu lintas ruas tol Jasa Marga, maupun pembayaran melalui struk online.
Dari sisi pemantauan lajur tol, jumlah CCTV yang dipantau oleh para petugas JMTC per April 2024, mencapai 2.500 unit. Di mana pada awal JMTC beroperasi (2021), jumlah CCTV yang digunakan sebanyak 1.700 unit.
“Jadi (kunjungan) kita sekaligus, supaya teman-teman (media) mensosialisasikan kepada para pemudik untuk download Travoy dulu, supaya nanti mereka bisa punya informasi yang lengkap sebelum melakukan perjalanan,” pungkas Tiko.

