Indef: Para Capres Harus Paparkan Strategi Jitu dalam Debat Ke-5
JAKARTA, investortrust.id - Debat terakhir calon presiden (capres) akan digelar Minggu (04/02/2024) dengan tema kesejahteraan sosial, kebudayaan, pendidikan, teknologi informasi, kesehatan, ketenagakerjaan, sumber daya manusia (SDM), dan inklusi. Para capres harus mampu memukau masyarakat dengan memaparkan strategi jitunya.
Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Eko Listiyanto mengatakan, dalam debat ke-5 nanti, para capres harus memaparkan strategi yang lebih tajam dalam isu kesejahteraan sosial, kebudayaan, pendidikan, teknologi informasi, kesehatan, ketenagakerjaan, sumber daya manusia (SDM), dan inklusi yang menjadi tema debat. Para capres juga harus merasionalisasi target-target yang disampaikannya.
Baca Juga
Prabowo Urutan Pertama Beberkan Visi Misi di Debat Kelima Pilpres 2024
“Kalau sekadar menyampaikan target tentu, memasang angka itu bisa-bisa aja. Tapi bagaimana mencapainya, secara rasional, itu menjadi tantangannya. Jangan hanya data-data bagus yang dijanjikan, tapi elaborasi kebijakannya tidak tajam,” kata Eko saat diskusi Mengurai Gagasan Capres pada Debat Kelima, yang digelar secara daring, Jumat (02/02/2024).
Untuk itu, Eko berharap pemilihan presiden (pilpres) 2024 mampu menghasilkan pemimpin yang memberikan solusi kemiskinan dan masalah kesejahteraan sosial lainnya.
Eko mengungkapkan, isu kemiskinan seharusnya menjadi pembahasan penting. Sebab, isu ini merupakan pembahasan “seksi” bagi masyarakat.
“Angka kemiskinan saat ini 9,36% (per Maret 2023). Kalau diukur standar internasional, angkanya bisa lebih tinggi lagi,” tutur dia.
Muara dari kemiskinan yang tidak terselesaikan itu, kata Eko, di antaranya persoalan stunting dan isu kesejahteraan lain.
Dia menambahkan, dalam visi-misi yang ditampilkan masing-masing capres ada berbagai macam program yang secara fokus diarahkan untuk menyelesaikan kemiskinan.
“Ada Bantuan Langsung Tunai (BLT), KTP Sakti, dan lain-lain. Saya nggak bisa sebut satu per satu karena saking banyaknya,” ujar dia.
Baca Juga
Daftar 12 Panelis Debat Kelima Pilpres 2024: Imam Prasodjo hingga Timboel Siregar
Selain kemiskinan, Eko mencatat adanya aspek pengangguran terbuka yang menjadi persoalan. Hingga Agustus 2023, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengangguran terbuka berada di angka 5,32%.
“Meski secara tren menurun, angka ini masih besar. Kalau kemudian ditambah setengah pengangguran, jumlahnya lebih besar lagi,” tandas dia.
Isu Ketimpangan
Tren ini, menurut Eko Listiyanto, menggambarkan masalah penciptaan lapangan kerja masih menjadi persoalan. “Kemiskinan sebagai core of the core itu ya karena tidak mendapat lapangan kerja,” ucap dia.
Isu lain yang perlu dicermati, kata Eko, yaitu ketimpangan atau Gini ratio. Data BPS menunjukkan stagnasi angka ketimpangan dari tahun ke tahun.
Baca Juga
Digelar di JCC Senayan, Ini 2 Moderator Debat Kelima Pilpres 2024
“Dari tahun ke tahun angkanya sama saja. Hanya 0,388 (Maret 2023) gesernya itu tiga angka belakang koma. Ini persoalan krusial di mana ketimpangan tidak dapat disentuh secara bagus,” papar dia.
Eko berharap isu kemiskinan, pengangguran terbuka, dan ketimpangan ini menjadi bahan diskusi dalam debat kelima masing-masing capres.

